Triniti Land (TRIN) Pangkas Target Marketing Sales Tahun 2021 Jadi Rp642 Miliar

19 Agustus 2021 19:01 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Foto: Triniti Land

JAKARTA - PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memproyeksikan pendapatan penjualan (marketing sales) sepanjang 2021 sebesar Rp642,7 miliar. Dari catatan TrenAsia.com, sebelumnya Triniti Land menargetkan marketing sales sebesar Rp800 miliar sepanjang 2021.

Hingga semester I-2021, perseroan mencatat marketing sales sebesar Rp312,8 miliar. Presiden Direktur dan CEO Triniti Properti Ishak Chandra mengungkapkan, perseroan belum bisa membukukan pendapatan karena adanya aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 yang mulai berlaku pada 2020.

“Penerapan aturan ini menyebabkan perseroan tidak dapat membukukan pendapatan atas penjualan, sebelum dilakukan serah terima unit ke pelanggan,” ujarnya dalam Public Expose secara daring, Kamis, 19 Agustus 2021.

Di sisi lain, untuk tahun berikutnya alias 2022, perseroan membidik marketing sales melejit hingga Rp1,9 triliun. Ishak bilang, mulainya penjualan untuk proyek di Lampung dan Sentul menjadi faktor marketing sales bisa meningkat secara signifikan.

Sementara itu, prapenjualan TRIN sepanjang enam bulan pertama 2021 jumlahnya sebesar Rp312,8 miliar. Angka ini naik 212% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan Rp99,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi utama diperoleh dari proyek Collins Booulevard yang menyumbang pendapatan sebesar Rp147,8 miliar atau 47,2% dari total marketing sales perseroan.

Strategi TRIN

Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan tiga strategi. Pertama, refocus pada tiga sektor properti dalam tiga tahun mendatang, yakni Transit Oriented Development (TOD) projects, landed house, dan logistic park.

Saat ini, proyek yang sudah berjalan adalah pembangunan landed house di Lampung, dengan perkiraan pendapatan mencapai Rp2,3 triliun. Sementara itu, bisnis logistic park diprediksi bisa meraup pendapatan sebesar Rp800 miliar - Rp1,1 triliun. Kemudian untuk proyek di Sentul penjualan yang dibidik mencapai Rp13,2 triliun.

Selain itu, proyek baru di Lampung dan Sentul juga diperkirakan mampu meningkatkan aset perseroan menjadi Rp3 triliun pada akhir 2023. 

Strategi kedua, perseroan masuk ke growth area baru di luar Jabodetabek, seperti Batam, Lampung, dan Sentul. Adapun yang terakhir, TRIN akan menambah land bank dan proyek baru dengan sistem partnership and collaboration dengan pemilik lahan.

Seperti diketahui, perseroan belum lama ini telah meneken kerja sama dengan PT Sentul Golf Utama untuk mengembangkan lahan seluas 95 hektare (Ha) di wilayah Sentul, Bogor.

Berdekatan dengan exit tol Jagorawi dan berada persis di sebelah sirkuit Sentul, proyek ini diharapkan bisa menjadi etalase dalam penerapan sustainable development pada skala kota.

Senada dengan potensi ancaman perubahan iklim global yang semakin nyata, Triniti Land berkomitmen untuk membangun proyek ini tanpa menebang. Rencananya, lebih dari 60% area akan diperuntukan untuk ruang terbuka hijau.

Berita Terkait