Tren Penjualan Jeblok, Ace Hardware dan MAP Ramai-Ramai Tutup Gerai

JAKARTA-Kinerja sektor ritel Tanah Air terus merosot seiring dengan surutnya tren penjualan selama pandemi. Anjloknya omzet industri tersebut membuat berbagai perusahaan ritel harus menutup gerainya, termasuk PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Penutupan gerai sudah lebih dulu terjadi sebelum pengumuman keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid kedua pada Rabu malam, 9 September 2020.

Salah satu emiten ritel yang menutup gerainya adalah PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Sekertaris Perusahaan Ace Hardware Indonesia Helen Tanzil menyebutkan telah menutup dua gerai di Semarang dan satu gerai di Kuningan City, Jakarta pada tahun 2020 ini.

“Alasannya (penutupan tiga gerai tersebut) sama, masa sewa berakhir dan pindah ke lokasi yang lebih baik,” kata Helen di Jakarta, Rabu, 9 September 2020.

Helen juga tak menampik bahwa ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan perseroan dalam evaluasi kinerja gerai dalam periode waktu tertentu untuk menentukan penutupan gerainya termasuk pertumbuhan penjualan dan profitabilitas.

Meski sudah menutup dua gerai di Semarang, Helen mengaku sudah membuka kembali satu gerai yang lebih besar di Semarang pada Juni 2020 lalu. Sepanjang 2020, perusahaan ritel penyedia alat rumah tangga itu telah merealisasikan pembukaan 11 gerai dengan mengeluarkan belanja modal sebesar Rp100 miliar.

Tak hanya Ace Hardware, perusahaan ritel lainnya yang juga menutup gerai adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Perusahaan ritel Grup MAP ini mengaku telah banyak menutup gerai di tahun 2020 ini.

Sama dengan perusahaan ritel lainnya, VP Investor Relations & Corporate Communications Grup MAP Ratih Gianda mengatakan alasan penutupan gerai itu lagi-lagi karena masa kontrak rentalnya sudah berakhir.

Perseroan menyebutkan bahwa periode ini merupakan momentum yang tepat bagi perseroan untuk menutup beberapa gerainya yang tidak terlalu menunjukkan profit. Hal itu tercermin dari indikator EBITDA gerai yang belum mencapai 5%.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Direktur Grup MAP Sharma menyampaikan target pengurangan biaya tetap perseroan tahun ini sebesar 35%. Penurunan biaya tetap ini berlaku secara keseluruhan tidak hanya untuk biaya sewa dan karyawan semata.

“Salah satu contohnya concept store Travelogue disatukan dengan department store sehingga lebih efisien lagi. Juga akan diberlakukan automation di kantor untuk setiap departemen demi mendukung efisiensi,” ujarnya.

Tags:
Ace HardwareAce Hardware tutup geraiACESemiten ritelMAPMAP tutup geraiMAPIperitelPT Ace Hardware Indonesia Tbkpt mitra Adiperkasa Tbk
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: