Tren Istilah Investasi: Apa Itu Earning Per Share (EPS)?

05 April 2022 17:17 WIB

Penulis: Nadia Amila

Editor: Rizky C. Septania

Jangan Asal Ikut, Ini Cara Menetapkan Tujuan Investasi yang Tepat. (Freepik.com)

JAKARTA – Istilah Earning per share (EPS) pasti sudah tidak lagi asing di telingga para investor. Earning Per share atau Laba per saham yang biasa disingkat EPS adalah salah satu cara untuk mengukur menunjukkan profitabilitas perusahaan. 

Cara kerjanya dengan membagi laba bersih perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. EPS Ini adalah alat yang sering digunakan pelaku pasar untuk mengukur profitabilitas perusahaan sebelum membeli sahamnya.

EPS juga merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk setiap individu. Ini adalah istilah yang sangat penting bagi investor dan orang-orang yang berdagang di pasar saham. 

Semakin tinggi laba per saham perusahaan, semakin baik profitabilitasnya. Saat menghitung EPS, dimungkinkan untuk menggunakan rasio tertimbang, karena jumlah saham yang beredar dapat berubah seiring waktu.

Apa Rumus Laba per Saham (EPS)?

EPS juga sering disebut juga rasio keuangan, yang membagi laba bersih yang tersedia untuk pemegang saham biasa dengan rata-rata saham yang beredar selama periode waktu tertentu. 

Rumus EPS menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham biasa. Panduan ini menguraikan rumus EPS secara rinci.

 

Laba per saham dapat dihitung dengan dua cara:

1) Laba per saham: Laba Bersih Setelah Pajak/Jumlah Saham Beredar

2) Laba per saham tertimbang: (Penghasilan Bersih Setelah Pajak - Jumlah Dividen)/Total Jumlah Saham Beredar

Versi rasio yang lebih terdilusi juga mencakup saham yang dapat dikonversi serta waran di bawah saham yang beredar. Ini dianggap sebagai versi yang lebih diperluas dari rasio laba per saham dasar.

Nilai EPS tunggal untuk satu perusahaan agak sedikit tidak masuk akal. Angka yang telah didapatkan tersebut lebih memiliki value jika dianalisa terhadap perusahaan lain dalam industri tersebut, dan jika dibandingkan dengan harga saham perusahaan tersebut (P/E Ratio). 

Antara dua perusahaan dalam industri yang sama dengan jumlah saham beredar yang sama, EPS yang lebih tinggi menunjukkan profitabilitas yang lebih baik. EPS biasanya digunakan bersama dengan harga saham perusahaan untuk menentukan apakah relatif "murah" (rasio P/E rendah) atau "mahal" (rasio P/E tinggi).

Untuk investor yang terutama tertarik pada sumber pendapatan tetap, rasio EPS dapat memberi tahu perusahaan tersebut ruang yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan dividen yang ada. Meskipun, EPS adalah alat yang sangat penting dan krusial bagi investor, namun tidak boleh dilihat secara terpisah. EPS suatu perusahaan harus selalu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan perusahaan lain untuk membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan bijaksana.

Berita Terkait