Tren Istilah Ekonomi: Apa Itu Stagflasi

09 Agustus 2022 16:31 WIB

Penulis: Debrinata Rizky

Editor: Ananda Astri Dianka

Tren Istilah Ekonomi : Apa Itu Stagflasi (Pixabay/StevePb)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, situasi perekonomian dan keuangan Indonesia masih terjaga dari ancaman resesi dan stagflasi. Lalu apa yang dimaksud dengan stagflasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, stagflasi merupakan sebuah keadaan saat inflasi sangat tinggi dan berkepanjangan. Hal ini bisa ditandai dengan macetnya kegiatan ekonomi.

Penyebabnya ada beberapa di antaranya, pemerintah dan bank sentral mengambil kebijakan untuk meningkatkan jumlah uang beredar saat membatasi penawaran. Lalu bisa juga terjadi karena jumlah uang beredar meningkat dan mengakibatkan peningkatan inflasi suatu negara dan terakhir harga suatu produk seperti bahan pokok atau minyak meningkat tajam.

Awal Mula Stagflasi

Istilah ini muncul pertama kali pada 1960-an saat ada politisi Inggris, MacLeod memberikan pidato di hadapan parlemen. Macleod menggambarkan kondisi inflasi sekaligus stagnasi yang terjadi di Inggris sebagai situasi stagflasi.

Lalu kata ini juga digunakan di Amerika Serikat pada 1970, saat kejadian krisis bahan bakar. Imbas hal tersebut, produk domestik bruto Amerika Serikat mengalami pertumbuhan negatif selama lima kuartal tanpa henti.

Lalu Apa Akibat yang Ditimbulkan dari Stagflasi

Saat ekonomi tidak bertumbuh dan lonjakan inflasi terjadi di waktu yang sama. Angka pengangguran akan naik karena mempengaruhi daya beli masyarakat. Jika banyak masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan, harga bahan pokok mahal akan melemahkan daya beli.

Selain itu adanya inflasi di waktu yang bersamaan, harga barang juga akan naik dan ketersediaan barang akan yang terbatas. Akibat adanya stagflasi dapat membuat indeks kesusahan suatu negara meningkat.

Contoh Stagflasi

Indonesia pernah mengalami stagflasi pada tahun 1998 yaitu saat terjadi krisis ekonomi karena harga barang seluruhnya mengalami kenaikan. Naiknya harga imbas dari jatuhnya nilai tukar rupiah akibat dolar Amerika Serikat pada masa itu.

Melansir dari Investopedia, stagflasi ini umumnya akan menyebabkan kenaikan indeks kesengsaraan (misery index). Misery index sendiri merupakan ukuran sederhana dari tingkat inflasi dan pengangguran yang biasanya digunakan untuk melihat seberapa buruk kondisi masyarakat ketika sebuah negara mengalami stagflasi. 

Berita Terkait