Tren Istilah Bisnis: Apa Itu Cash Flow?

01 Oktober 2022 16:00 WIB

Penulis: Octavia Tunggal Dewi

Editor: Yosi Winosa

Tren Istilah Bisnis: Apa Itu Cash Flow?(Foto: Ismail Pohan/TrenAsia) (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA - Istilah cash flow atau arus kas mengacu pada jumlah bersih kas dan setara kas yang ditransfer masuk dan keluar dari perusahaan. Uang tunai yang diterima mewakili arus masuk, sedangkan uang yang dihabiskan mewakili arus keluar.

Kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham pada dasarnya ditentukan oleh kemampuannya untuk menghasilkan arus kas positif, khususnya untuk memaksimalkan arus kas bebas jangka panjang atau free cash flow (FCF).

FCF merupakan uang tunai yang dihasilkan oleh perusahaan dari operasi bisnis normalnya setelah dikurangi dengan uang yang dikeluarkan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex).

Dilansir dari Corporatefinanceinstitute.com, arus kas merupakan peningkatan atau penurunan jumlah uang yang dimiliki oleh bisnis, institusi, atau individu. 

Di bidang keuangan, istilah ini digunakan untuk menggambarkan jumlah uang tunai yang dihasilkan atau dikonsumsi dalam periode waktu tertentu.

Suatu perusahaan bisa mendapatkan arus kas masuk dari penjualan sebagai pendapatan dan arus kas keluar dengan membelanjakan uang untuk pengeluaran. Mereka juga dapat menerima pendapatan dari bunga, investasi, royalti, perjanjian lisensi dan menjual produk secara kredit.

Menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas, bersama dengan di mana mereka berasal dan ke mana mereka pergi, adalah salah satu tujuan yang paling penting dari pelaporan keuangan. Ini penting untuk menilai likuiditas, fleksibilitas, dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Arus kas positif menunjukkan bahwa aset likuid perusahaan meningkat, memungkinkannya untuk menutupi kewajiban, menginvestasikan kembali dalam bisnisnya, mengembalikan uang kepada pemegang saham, membayar biaya, dan menyediakan penyangga terhadap tantangan keuangan di masa depan.

Perusahaan dengan fleksibilitas keuangan yang kuat dapat memanfaatkan investasi yang menguntungkan. Mereka juga lebih baik dalam penyusutan, dengan menghindari biaya kesulitan keuangan.

Arus kas dapat dianalisis menggunakan laporan arus kas, sebuah laporan keuangan standar yang melaporkan sumber perusahaan dan penggunaan kas selama periode waktu tertentu. Laporan arus kas adalah salah satu laporan keuangan terpenting yang dikeluarkan oleh perusahaan, bersama dengan neraca dan laporan laba rugi.

Manajemen perusahaan, analis, dan investor dapat menggunakannya untuk menentukan seberapa baik perusahaan dapat memperoleh uang tunai untuk membayar utangnya dan mengelola biaya operasionalnya. 

Berita Terkait