Transaksi Digital Tumbuh Pesat, Naik 33,8 Persen

14 Oktober 2020 17:15 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Transaksi Menggunakan Metode Pembayaran Dompet Digital DANA

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi sistem pembayaran baik tunai maupun nontunai menunjukkan peningkatan.

“Sejalan dengan perbaikan ekonomi disertai percepatan digitalisasi, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada September 2020 tumbuh meningkat dari 5,82 persen, menjadi 7,2 persen sebesar Rp762,1 triliun,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis yang dikutip TrenAsia.com, Rabu, 14 Oktober 2020.

Namun, seiring dengan peningkatan tersebut, transaksi pembayaran menggunakan ATM, Kartu Debet, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) menjadi lebih rendah. Tercatat penurunan penggunaan dari 13,94% yoy pada Juli 2020 menjadi 6,86% yoy pada Agustus 2020.

Adapun untuk pembayaran secara digital, transaksinya meningkat pesat karena banyak masyarakat yang memilih menggunakan platform dan instrumen digital sebagai metode pembayaran di masa pandemi.

“Preferensi dan akseptasi masyarakat akan transaksi digital semakin kuat, terutama di tengah situasi pandemi,” tambah Perry.

Secara keseluruhan, pertumbuhan nilai transaksi UE pada Agustus 2020 sebesar 33,80% yoy, meningkat pesar dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 24,42% yoy.

Begitu pun dengan volume transaksi digital banking yang tumbuh tinggi sebesar 52,69% yoy pada Agustus 2020, meningkat dari capaian bulan sebelumnya sebesar 38,81% yoy.

Ke depan, kata Perry, BI akan terus mempercepat digitalisasi pembayaran dan perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi bank, fintech, dan e-commerce.

“Perluasan ekosistem digital akan terus dipercepat, khususnya dalam penyaluran program bansos dan penyaluran kredit UMKM,” katanya.

Saat ini, BI terus mendorong penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), big data, dan API atau application programming interface dengan tetap memperhatikan pengawasan fraud dan siber pada pembayaran digital.

Berita Terkait