Transaksi Digital Korporasi Bank Mandiri Melonjak 16% Capai Rp1.303 Triliun

PT Bank Mandiri (Persero) mencatat transaksi digital nasabah korporasi melalui layanan Mandiri Cash Management (MCM) hingga Februari 2020 mencapai Rp1.303 triliun atau naik 16% dibandingkan periode sama tahun lalu karena merebaknya wabah virus corona (COVID-19).

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan MCM semakin diminati para pelaku usaha, terlihat dari jumlah pengguna yang terus bertambah hingga mencapai 450.000 perusahaan.

Menurut dia, MCM membantu nasabah perusahaan karena dapat diakses dari mana pun dan kapan pun serta ditunjang fitur-fitur yang memudahkan korporasi mengelola dan memantau aktivitas keuangan saat wabah COVID-19 merebak.

Adapun tata kelola korporasi yang bisa dipantau dalam jaringan (daring) itu di antaranya dana masuk, dana keluar, dan likuiditas rekening kelolaan yang bisa diketahui saat itu juga atau real time.

“Dalam kondisi pandemi COVID-19, individu dituntut tetap produktif dalam bekerja dari rumah seperti saat ini, terutama dalam operasional dan pengelolaan keuangan, MCM akan sangat membantu nasabah perusahaan,” kata dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

Dia menambahkan, saat ini MCM telah memiliki fitur-fitur andal seperti layanan transfer domestik dan internasional, pembayaran tagihan, pengawasan aktivitas transaksi serta otorisasi berjenjang yang dilengkapi dengan teknologi keamanan terkini.

Rully mengharapkan layanan itu dapat meningkatkan nilai tambah melalui efisiensi serta efektivitas aktivitas pengelolaan keuangan nasabah korporasi sehingga meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan bisnis.

MCM merupakan salah satu solusi perbankan transaksional unggulan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersandi saham BMRI tersebut yang telah mendapatkan pengakuan secara global selama tiga tahun berturut-turut sebagai The Best Cash Management Bank.

“Meski kondisi dunia usaha global dan domestik saat ini tertekan oleh dampak finansial akibat pandemi COVID-19, kami optimistis solusi seperti MCM tetap menjadi pilihan utama nasabah korporasi untuk membantu pengelolaan keuangan,” imbuh mantan CEO Regional Bank Mandiri Bali dan Nusa Tenggara itu. (SKO)

Tags:
Bank MandiriBUMNCovid-19korporasiperbankanPT Bank MandiriTransaksi DigitalVirus Corona
%d blogger menyukai ini: