Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Raih Predikat Terbaik TrenAsia ESG Excellence 2022

21 Oktober 2022 14:31 WIB

Penulis: Ashari Purwo

Editor: Fakhri Rezy

Dewan Juri TrenAsia ESG Ecxellence 2022 sekaligus Expert Council Komite Nasional Kebijakan Governansi Mas Achmad Daniri memberikan plakat penghargaan TrenAsia ESG Excellence 2022 untuk PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dengan predikat Sustainability di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Rabu malam, 19 Oktober 2022.

JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) meraih penghargaan TrenAsia ESG Excellence 2022 sektor Telecommunication and BTS Provider dengan predikat Sustainability mengingat keberlanjutan usaha yang perseroan jalankan sudah dinilai baik oleh juri.

Corporate Secretary Analyst TBIG, Danang Cahyono mengatakan ,penghargaan tersebut memotivasi kami untuk terus bekerja baik dan lebih baik lagi. “Terima kasih atas penghargaan ini,” katanya saat malam penghargaan TrenAsia ESG Excellence 2022 di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Rabu, 19 Oktober 2022.

Emiten berkode saham TBIG ini menyabet penghargaan tertinggi dalam TA ESG Award setelah bersaing dengan beberapa perusahaan di sektor yang sama. “Kami senang bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Dalam penghargaan tersebut, TBIG bersaing ketat dengan beberapa rival bisnisnya. TBIG unggul dalam beberapa variable environment, social and governance (ESG). “Namun masih ada hal yang harus ditingkatkan dalam beberapa variabel,” kata Yosi Winosa, Tim Riset TrenAsia ESG Excellence 2022.

Direktur Utama PT Tren Media Berjejaring, pemilik TrenAsia Sukirno mengatakan, berbagai upaya implementasi ESG yang dilakukan oleh perusahaan di Tanah Air perlu diapresiasi lewat ajang TrenAsia ESG Excellence 2022. Harapannya, setiap korporasi makin giat dan berkomitmen terhadap implementasi praktik bisnis berkelanjutan.

Ketua Dewan Juri TrenAsia ESG Excellence 2022, Michael T. Tjoajadi menambahkan, di tataran global, investor kini lebih menyukai investasi yang bertanggung jawab dan lebih mendukung perusahaan yang mengedepankan ESG. Perusahaan-perusahaan ini disebut lebih tahan banting ketika ekonomi berguncang dan membuat investor lebih tenang dengan tata kelola bertanggung jawab.

Menurut Michael, komitmen TrenAsia untuk melakukan penilaian secara komprehensif dan independen dalam TrenAsia ESG Excellence 2022 ini tercermin dari prosesnya yang berjejang dan melibatkan para pakar di bidangnya.

“Awarding ESG ini merupakan ajang dengan juri paling lengkap. Michael merupakan praktisi investasi, Pak Arsjad pebisnis ulung, Pak Daniri pakar governansi, Pak Edi pakar keuangan berkelanjutan, Ibu Maria pakar CSR dan Pak Adhit pakar komunikasi,” imbuhnya.

TrenAsia ESG Excellence 2022 telah menyaring lebih dari 120 perusahaan di 34 subsektor industri, yang dinilai dari implementasi ESG beserta variable-variabel turunannya. Proses penjurian mulai dari 12 September hingga 12 Oktober 2022, berdasarkan laporan keberlanjutan dan laporan tahunan perusahaan periode 2021.

Tim dewan juri TrenAsia ESG Excellence 2022 terdiri dari Michael T. Tjoajadi, CEO Schroders Indonesia sebagai ketua, M. Arsjad Rasjid, Chairman Kadin Indonesia, Mas Achmad Daniri, Expert Council Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG), Edi Setijawan, Director Department of Research Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Maria Rosaline Nindita Radyati, President Director Institute for Sustainability & Agility dan Adhitya Noviardi, Editor in Chief TrenAsia.com.

Selain itu acara ini, papar Inno, sapaan akrab Sukirno, mendukung langkah pemerintah. Diketahui, Presiden Joko Widodo telah meratifikasi Perjanjian Paris pada tahun 2016 dan berjanji kepada dunia pada KTT Perubahan Iklim COP 26 di Glasgow, Skotlandia untuk mengurangi emisi karbon.

Presiden menegaskan komitmen Indonesia kepada dunia untuk melakukan transisi ke investasi dan ekonomi yang berkelanjutan, atau dikenal juga sebagai ESG (Environmental, Social, Governance). Banyak sektor yang menjadi perhatian Presiden untuk implementasi ESG mulai dari elektrifikasi kendaraan bermotor, penurunan deforestasi hutan, hingga peningkatan penggunaan energi nonfosil.

Berita Terkait