Total Landbank Ciputra Development 2.000 Ha Cukup untuk 15 Tahun Mendatang

10 September 2021 13:45 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Klaster hunian CitraLand Cirebon milik PT Ciputra Development Tbk (CTRA). citralandcirebon.com

JAKARTA – Emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) memiliki total landbank secara langsung seluas 2.000 hektare (Ha) hingga saat ini.

“Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau 90 persen terletak di area Jabotabek dan Surabaya,” ungkap Direktur Independen CTRA Tulus santoso dalam Public Expose secara daring, Jumat, 10 September 2021.

Selain itu, perseroan juga memiliki area pengembangan bersama join operation, yakni berupa lahan development seluas 4.000 Ha di luar Pulau Jawa. 

Manajemen menyebut, pihaknya akan mempertahankan jumlah kecukupan lahan melalui replenishing di proyek existing maupun lokasi baru yang strategis. Menurutnya, luas landbank perseroan saat ini cukup untuk 15 tahun ke depan.

Selain itu, CTRA juga mempertahankan lokasi geografis yang luas untuk mendukung diversifikasi produk dan target pasar. “Kami menjalankan strategi dengan menggunakan brand Ciputra untuk melakukan kerja sama operasi  dengan pemilik lahan lainnya,” tambahnya.

Untuk saat ini, perseroan tengah mengembangkan proyek baru CitraLand Puncak Tidar di Malang seluas 32 Ha. Target pasar yang dibidik adalah segmen menengah dan menengah atas dengan harga jual per unit Rp1,1 miliar – Rp6 miliar. Hingga saat ini, sudah ada 86 unit yang terjual dari proyek tersebut.

Selain itu, proyek baru yang kedua adalah Citra Landmark di Ciracas, Jakarta Timur. Proyek yang dilaunching pada Maret 2021 ini menyasar segmen menengah bawah dengan harga jual per unit sebesar Rp337 juta – Rp962 juta. Dengan total marketing sales sebesar Rp58 miliar per semester I-2021, total unit yang sudah terjual sebanyak 121 unit.

Sebagai informasi, total marketing sales CTRA sepanjang semester tahun ini tercatat sebesar Rp3,6 triliun. Jumlah ini setara dengan 61% dari target marketing sales yang dibidik tahun ini, yakni Rp5,87 triliun.

Berdasarkan produknya, rumah dan kavling tanah menyumbang kontribusi terbesar, yakni mencapai 79%. Selanjutnya diikuti oleh produk apartemen sebesar 12%, ruko 8%, dan kantor strata 1%.

Berita Terkait