Total Emisi IPO di BEI Meroket 518 Persen Sepanjang 2021

14 November 2021 15:33 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Total Emisi IPO di BEI Meroket 518 Persen Sepanjang 2021. Ilustrator: Deva Satria/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lonjakan yang signifikan terhadap total dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sepanjang 2021. Hingga 12 November 2021, total emisi IPO mencapai Rp32,26 triliun atau meroket 518% year-on-year (yoy).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyatakan lonjakan ini juga diikuti oleh naiknya angka penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) sebesar 14,3% yoy menjadi Rp83,3 triliun.

Nilai ini belum termasuk nilai emisi yang akan diperoleh emiten anak usaha Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Di mana perseroan menargetkan pendanaan pada kisaran Rp19,79 triliun – Rp24,90 triliun.

Tak hanya itu, jumlah pipeline calon perusahaan tercatat yang ingin melantai di BEI melonjak 45% yoy. Berdasarkan data tersebut, ia mengaku optimistis prospek penggalangan dana di pasar modal Indonesia pada tahun 2022 akan lebih baik lagi.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal, yakni BEI, KPEI, dan KSEI yang bersikap adaptif terhadap perkembangan bisnis dan industri perusahaan-perusahaan di Tanah Air. 

Pihaknya juga telah merancang beberapa peraturan baru yang diharapkan dapat berlaku segera, antara lain seperti perubahan Peraturan I-A dan juga rancangan POJK Saham Hak Suara Multipel. Dengan beleid-beleid tersebut, Nyoman berharap dapat menjadi pendorong maraknya aktivitas Bursa.

“Harapan nantinya lebih banyak perusahaan yang dapat mengakses pasar modal Indonesia dan tercatat di BEI dengan kuantitas, kualitas, dan nilai proceed yang lebih baik,” ujarnya kepada wartawan, Minggu, 14 November 2021.

Berita Terkait