Topang Holding BUMN Ultra Mikro, BRI Targetkan Porsi Kredit UMKM Capai 85 Persen pada 2025

06 Agustus 2021 15:15 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Tangerang, Kamis 29 Juli 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan portofolio Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bakal menguasai hingga 85% dari total kredit perseroan pada 2025. 

Target fantastis ini dipasang BRI usai mendapatkan sokongan dari PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dalam skema Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ultra Mikro (UMi).

Direktur Utama BRI Sunarso menyebut porsi kredit UMKM di BRI per semester I-2021 ini masih berada di level 80,26%. Dalam mencapai target itu, Sunarso bakal menggenjot porsi kredit mikro dari 39,44% pada semester I-2021 menjadi 45% pada 2025.

“Semakin menggeliatnya aktivitas ekonomi membuat UMKM kita mengalami pemulihan, kita optimistis bisa meningkatkan portofolio kredit UMKM kita sampai 85% pada 2025,” jelas Sunarso dalam konferensi pers, Jumat, 6 Agustus 2021.

Untuk diketahui, Holding tersebut telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2021.

Selain itu, Holding BUMN UMi ini juga telah mendapat lampu hijau dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta pemegang saham BRI.

BRI hanya tinggal menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar penambahan modal dengan skema right issue. Melalui aksi korporasi ini, BRI bakal mengantongi dana segar hingga Rp41,5 triliun.

Meski begitu, kinerja BRI selama paruh pertama tahun ini masih mengalami pertumbuhan positif. Emiten bersandi BBRI ini telah menyalurkan kredit segmen mikro sebesar Rp366,56 triliun. Sementara kredit segmen usaha kecil dan menengah tercatat sebesar Rp236,82 triliun.

“Kredit kita tumbuh 17% dan ini menunjukan adanya pemulihan di sektor UMKM kita. Kredit konsumer juga mencatat rekor tertinggi di BRI,” ucap Sunarso.

Adapun penyaluran kredit segmen konsumer dan korporasi pada paruh pertama 2021 ini berada di angka Rp145,94 triliun dan Rp180,08 triliun. Secara keseluruhan, total penyaluran kredit BRI pada semester I-2021 ini sebesar Rp929,40 triliun atau naik tipis 0,70% secara tahunan (year on year/yoy).

Tidak hanya itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga mengalami penguatan. Total DPK BRI Tumbuh 2,23% menjadi Rp1.096,45 triliun.

Rinciannya, dana itu terdiri dari tabungan Rp461,70, giro sebesar Rp191,39 triliun, deposito Rp443 triliun.  Sementara itu, BRI membukukan laba bersih pada semester I-2021 Rp12,54 triliun atau meningkat 22,94% yoy. 

Berita Terkait