Tol AP Pettarani Makassar Ditargetkan Rampung Pada September 2020

17 Mei 2020 23:23 WIB

Penulis: wahyudatun nisa

Tol AP Pettarani Makassar menelan investasi Rp2,4 triliun. / Facebook Info Tol Makassar

Pembangunan proyek Jalan Tol AP Pettarani Makassar telah memasuki tahap akhir. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan infrastruktur ini rampung pada September 2020.

Direktur Utama PT Margautama Nusantara (MUN) Dani Hasan mengatakan proyek pembangunan ini telah dimulai sejak 2018 silam, saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap penyelesaian span terakhir pada pekerjaan erection box girder.

“Progres pekerjaan jalan tol ini secara keseluruhan sudah mencapai 85% dengan menyerap 2.000 tenaga kerja langsung yang terdiri dari pekerja lokal Makassar dan Jawa,” jelas Dani dalam konferensi pers virtual Kementerian PUPR, Minggu, 17 Mei 2020.

Proyek pembangunan ini merupakan investasi dari PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak usahanya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) bersama dengan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTNON) selaku kontraktor utama dan Nippon Koei Co Ltd.

Dani menjelaskan WIKA Beton memilih metode span by span dengan launching gantry untuk proses pemasangan box grider. Penggunaan metode ini sangat efektif dan dapat menekan risiko gangguan lalu lintas yang muncul saat proses pengerjaan proyek berlangsung.

Menurutnya, proyek yang memiliki nilai investasi sebesar Rp2,4 triliun ini telah memberikan kontribusi dan multi efek pada perputaran perekonomian Kota Makassar. Keberadaannya akan mengoptimalisasikan fungsi strategis jalan tol di Makassar yang menghubungkan simpul-simpul ekonomi kota tersebut.

Sejalan dengan ini, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyebutkan kehadiran jalan tol ini menjadi jalan layang pertama di Indonesia Timur dan menjadi ikon baru Kota Makassar.

Dalam penjelasannya, jalan tol layang sepanjang 4,3 kilometer ini berada pada Jalan AP Pettarani yang memiliki tingkat kepadatan tinggi dan selalu macet, sehingga nantinya beban lalu lintas itu akan terbagi ke jalan layang.

“Sehingga kelancaran pergerakan orang dan distribusi barang akan lebih terjamin,” tambahnya.

Di samping akan mengurangi kemacetan sekitar Jalan AP Pettarani, pembangunan ini juga akan menghubungkan Jalan Tol Ujung Pandang seksi 1 dan 2 yang akan menjadi akses ke Pelabuhan Soekarno Hatta dan Bandara Sultan Hasanuddin.

“Perluasan pembangunan jalan tol di Sulawesi Selatan dirasakan sebagai suatu kebutuhan yang sudah mendesak, termasuk usulan kelanjutan Tol AP Pettarani yaitu pembangunan jalan tol pesisir selatan untuk konektivitas pengembangan kawasan industri makassar,” ujar Nurdin. (SKO)

Berita Terkait