Tokocrypto Bangun Ekosistem Blockchain TokoVerse, Ini Beragam Platform yang Tersedia

23 April 2022 20:22 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Laila Ramdhini

Tokocrypto kembangkan ekosistem blockchain TokoVerse. Sumber: Tokocrypto (Tokocrypto)

JAKARTA – PT Aset Digital Berkat (Tokocrypto) membangun ekosistem blockchain bernama TokoVerse yang menawarkan berbagai platform dengan fitur yang berbeda-beda. 

Berawal dari platform perdagangan aset kripto, Tokocrypto kini berevolusi menjadi sebuah ekosistem yang terintegrasi dengan teknologi blockchain.

 Tokocrypto mengembangkan platform di ekosistem TokoVerse dengan memanfaatkan kombinasi sinergis antara decentralized finance (DeFi), game finance (GameFi), dan non-fungible token (NFT).

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai menyampaikan TokoVerse merupakan ekosistem blockchain pertama di Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto.

TokoToken (TKO), kripto yang diluncurkan oleh Tokocrypto sebagai token hybrid berkonsep centralized decentralized finance (CeDeFi), menjadi tulang punggung dalam pengembangan ekosistem tersebut.

“TokoVerse menjadi bukti komitmen dari Tokocrypto untuk membangun ekosistem berbasis blockchain yang berkelanjutan," ujar Kai dalam media gathering di Century Park Hotel, Kamis, 21 April 2022. 

Berikut ini platform-platform yang tersedia di ekosistem TokoVerse.

TKO (Toko Token)

TKO adalah token yang dibuat oleh Tokocrypto dan merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi dengan basis model token hybrid yang mengombinasikan centralized finance (CeFi) dan decentralized finance (DeFi). 

TokoMall

TokoMall adalah NFT marketplace yang diluncurkan untuk memberdayakan potensi kreator lokal di berbagai bidang kreatif untuk mengakses pasar global dengan memanfaatkan teknologi blockchain.

TokoCare

TokoCare merupakan implementasi corporate social responsibility (CSR) TokoCrypto yang mengusung jargon KolaborAKSI (berkolaborasi dan AKSI). Lewat platform TokoCare, Tokocrypto menjalankan berbagai program bersama para mitra untuk menanggulangi isu sosial melalui pemanfaatan blockchain.

TokoScholars

TokoScholars adalah platform yang bergerak untuk mengedukasi berbagai hal terkait kripto dan teknologi blockchain demi meningkatkan pertumbuhan pasar dan literasi cryptocurrency di Indonesia. 

Kriptoversity

Berbeda dengan TokoScholars, Kriptoversity adalah platform edukasi dengan konsep learn and earn pertama di Indonesia yang berisi materi pembelajaran tentang aset kripto dan ekosistem blockchain

TokoLabs

TokoLabs adalah program incubator untuk mendukung proyek dan startup blockchain di Indonesia dan global. TokoLabs berfungsi untuk menggiring proyek blockchain Indonesia ke skala global. 

T-Launchpad

T-Launchpad merupakan platform initial DEX offering (IDO) untuk memberikan eksposur kepada proyek-proyek blockchain ke investor di seluruh dunia. 

T-Hub

T-Hub adalah sarana belajar, berinteraksi, berinovasi dan berkolaborasi antar komunitas demi tumbuh kembangnya pemahaman teknologi blockchain dan aset kripto.

TokoNews

TokoNews adalah platform agregator berita yang berhubungan dengan blockchain dan aset kripto

Kai mengatakan, TokoVerse adalah upaya jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan teknologi blockchain dalam rangka mendorong perekonomian nasional. 

Berdasarkan riset PricewaterhouseCoopers (PwC), teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$1,76 triliun atau setara dengan Rp25,27 kuadriliun dalam asumsi kurs Rp14.361 per dolar AS. Yang paling diuntungkan dari teknologi blockchain adalah administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun mencatat teknologi blockchain, 5G, internet of things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing mampu mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp4,5 kuadriliun pada 2030. 

"Kripto dan seluruh ekosistem blockchain sedang mencoba untuk membuat internet baru, yang oleh banyak orang disebut Web3, seperti halnya Google dan Microsoft yang membantu menciptakan Web1. Teknologi blockchain akan mendominasi dunia selama 10-20 tahun ke depan dan dapat membantu memecahkan beberapa masalah ekonomi atau menguranginya," pungkas Kai. 

Sebagai informasi, Tokocrypto adalah pedagang aset digital pertama yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Per Maret 2022, Tokocrypto mencatat 2,5 juta pengguna atau naik sekitar 35% dari akhir 2021 yang mencatatkan 2 juta pengguna. Selama kuartal I 2022, volume transaksi di Tokocrypto telah mencapai US$47,9 juta (Rp687,9 miliar).

Berita Terkait