Tips Mempertahankan Bisnis UMKM Tanpa PHK Karyawan Menurut Ekonom

29 November 2022 18:30 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Yosi Winosa

Aktivitas pekerja pembuatan sandal khusus hotel industri rumahan di Merak, Banten. Dalam satu hari industri rumah terebut mampu membuat tujuh ratus pasang sandal khusus hotel untuk memenuhi permintaan sejumlah hotel di Jakarta, Tangerang, Serang, Cilegon dan Bogor.Jumat 28 Oktober 2022. (TrenAsia/Panji Asmoro.)

JAKARTA - Chief Economist PT Bank Permata Tbk (kode saham: BNLI) membagikan tips untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisa mempertahankan bisnis tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan.

Josua mengatakan, saat ini pelaku UMKM tengah terdampak oleh kenaikan harga bahan baku karena inflasi yang membayang-bayangi.

Kenaikan harga bahan baku itu pada gilirannya menyebabkan penurunan omzet sementara para pelaku bisnis tetap berkewajiban untuk membayar gaji karyawan.

Para pelaku bisnis pun harus menghadapi pilihan sulit. Pasalnya, jika harga jual produk disesuaikan dengan biaya produksi yang merangkak naik, maka penjualan pun berpotensi untuk menurun.

Sementara itu, apabila para pelaku UMKM tidak menyesuaikan harga produk dengan biaya produksi, beban operasional pun menjadi besar sehinga mereka terpaksa mengambil langkah PHK.

Maka dari itu, Josua pun mengatakan bahwa yang perlu diprioritaskan di tengah tren inflasi adalah melakukan efisiensi dari segi biaya produksi.

"Tentunya yang harus kita cermati adalah melakukan efisiensi, entah dari harga bahan baku atau suplai dengan mencari supplier yang paling murah dengan tetap mempertahankan kualitas," ujar Josua saat webinar Market Outlook 2023 Indo Premier Sekuritas, Sabtu, 26 November 2022.

Selain melakukan efisiensi harga bahan baku, pelaku UMKM juga bisa terus mengupayakan adaptasi dengan pasar, yakni dengan mencermati produk apa yang sedang menarik perhatian masyarakat.

Menurut Josua, skala bisnis UMKM yang cenderung lebih kecil justru memudahkan para pelakunya untuk menggeser segmen produk.

"Kita bisa mencari produk makanan dan minuman apa yang sedang trending saat ini sehingga kita masih memiliki target pasar yang tetap," tutur Josua.

Dalam kesempatan yang sama, Josua mengungkapkan prediksinya bahwa tren PHK karyawan masih akan meningkat saat ini, namun kenaikannya tidak signifikan.

Badai PHK yang saat ini tengah menjadi tren pun dikatakan Josua bisa terjadi sebagai dampak dari perlambatan ekonomi negara yang mendorong penurunan kinerja beberapa sektor bisnis.

Walaupun kasus PHK diperkirakan Josua masih akan meningkat, namun ia pun mengatakan bahwa beberapa sektor padat karya seperti hilirisasi nikel masih membutuhkan tenaga kerja yang besar.

"Saya pikir, kebutuhan terhadap tenaga kerja, khususnya untuk padat karya hilirisasi nikel, (kebutuhan tenaga kerja) itu masih akan tetap besar," ungkap Josua.

Berita Terkait