Tingkatkan Penyaluran Kredit, BTN Akan Rights Issue Bidik Dana Rp2,3 Triliun

09 September 2022 21:51 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Yosi Winosa

JAKARTA -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan melakukan rights issue atau penambahan model lewat hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 4,6 miliar lembar saham Serie B dengan nominal Rp500 per saham. Adapun jumlah saham Seri B yang diterbitkan nantinya akan disesuaikan dengan keperluan dana Perseroan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan POJK HMETD.

Dalam prospektusnya, manajemen mengatakan pelaksanaan rights issue setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar 18 Oktober 2022.

“Perseroan bermaksud untuk melaksanakan PMHMETD PUT II dalam jangka waktu yang wajar untuk dilakukan, namun tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan sejak tanggal penerimaan persetujuan RUPSLB,” tulis manajemen dalam prospektusnya, dikutip Jumat, 9 September 2022.

Ditambahkan, rencana PMHMETD PUT II diharapkan akan meningkatkan kemampuan Perseroan dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah serta peruntukan lainnya yang mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan, sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan Perseroan dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas. 

Bagi pemegang saham Perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk memesan efek terlebih dahulu dalam PMHMETD PUT II, maka pemegang saham tersebut akan terkena dilusi atas persentase kepemilikan saham Perseroan maksimum sebesar 30,28%. 

Jika perseroan menerbitkan 4,6 miliar saham, dana yang diraih mencapai Rp2,3 triliun. Dana ini, setelah dikurangi biaya-biaya, seluruhnya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan. 

Berita Terkait