Saat Wabah COVID-19, Peminjam Kredit Online UangTeman Justru Meroket

Di tengah wabah virus corona (COVID-19), jumlah peminjam kredit online UangTeman justru meroket hingga 30%-40% dibandingkan hari biasa.

CEO PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman) Aidil Zulkifli mencatat lonjakan jumlah peminjam sepanjang masa pandemi ini diimbangi dengan tingkat kepatuhan membayar yang masih tinggi.

Menurut dia, peminjam di platform UangTeman saat pandemi COVID-19 didominasi oleh para pekerja harian, seperti usaha mikro dan pengemudi ojek online, yang paling terdampak kebijakan pembatasan sosial secara langsung.

“Saat ini target kami melindungi bisnis, menjaga pertumbuhan dengan baik, dan arus kas yang kuat,” kata Aidil dalam wawancara terbatas secara virtual di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.

Tekanan wabah COVID-19 memang diakui berdampak terhadap target perusahaan. Target perusahaan teknologi finansial (financial technology/Finteh) peer to peer (P2P) lending berpotensi terkoreksi akibat tekanan ekonomi global yang diperkirakan terjadi sepanjang tahun ini.

Kendati demikian, perseroan optimistis dapat meraup laba tahun ini. Keyakinan itu terjadi setelah perseroan mendapatkan suntikan pendanaan seri B senilai US$10 juta setara Rp137,6 miliar pada Februari 2020.

Aidil menambahkan, terjadi peningkatan risiko penyaluran kredit selama pandemi ini berlangsung. Namun, manajemen UangTeman memperketat pengajuan pinjaman demi menjaga ekosistem bisnis fintech P2P Lending.

Pada akhir Februari, UangTeman membukukan tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman (TKB) 90 hari berkisar di level 95,7%. Persentase ini diklaim sebagai bentuk kestabilan bisnis UangTeman dan tingkat kepercayaan investor.

Meski begitu, UangTeman tetap berupaya menjaga keuntungan perusahaan dengan cara fokus pada penyaluran pinjaman strategis. Cara ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) positif di ujung tahun.

UangTeman merupakan platform digital yang mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Target peminjamnya adalah usaha mikro dengan rentang pinjaman berkisar antara Rp1 juta – Rp8 juta setiap debitur. (SKO)

Tags:
CoronapastiberlaluCovid-19FintechHeadlinekredit onlineUangTemanVirus Corona
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: