Tidak Efisien, Indosat Pastikan Lepas Bisnis Satelit

January 12, 2021, 03:31 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Lambang PT Indosat Tbk. / Facebook @IndosatOoredoo

JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan bakal melepas bisnis satelit lantaran tidak lagi menguntungkan. Secara ekonomi, Indosat mengakui bahwa pihaknya tidak lagi bisa menawarkan harga yang kompetitif di bisnis satelit.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengungkapkan, perusahaan akan memofuskan sumber daya bisnis satelit ke bisnis utama perseroan. Utamanya, di bisnis digital dan penyedia layanan sinyal selular.

“Karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang punya satu itu tidak efisien lagi,” kata Natasha dalam paparan publik Indosat, Selasa, 12 Januari 2021.

Sebelumnya, Indosat telah berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan slot orbit 113 bujur timur (113 BT). Komitmen ini disampaikan usai kegagalan peluncuran satelit Nusantara Dua ke orbitnya pada April 2020 lalu.

Salah satu dampak kegagalan peluncuran satelit Nusantara Dua itu adalah potensi penghapusn filing satelit Indonesia oleh International Telecommunication Union (ITU). Sebabnya, Indonesia tidak mampu menempatkan satelit di slot orbit 113 BT pada waktunya.

Namun demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengajukan permohonan perpanjangan masa belaku filing satelit itu. Radio Regulations Board (RRB) menerima permohonan itu. RRB memberi perpanjangan waktu hingga 31 Desember 2024.

Akhirnya, Indosat pun menyerahkan slotnya di 113 BT itu kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) itu mengaku siap untuk mengambil posisi Indosat.