The Fed Naikkkan Suku Bunga 75 Basis Poin, Kurs Rupiah Berpotensi Sentuh Rp15.050 per USD

22 September 2022 12:31 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Kamis, 22 September 2022.

Menurut Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra, keputusan The Fed ini pun pada gilirannya dapat mendorong pelemahan pada nilai kurs rupiah yang berpotensi untuk menyentuh level Rp15.050 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah bakal mendapatkan tekanan dari dolar AS hari ini dengan kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin pada dini hari tadi," ujar Ariston kepada TrenAsia, Kamis, 22 September 2022.

Ariston pun mengemukakan bahwa The Fed tampaknya masih akan terus mengetatkan kebijakan moneter mereka hingga inflasi di AS bisa  turun secara signifikan.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga yang dicetuskan oleh bank sentral negeri Paman Sam itu dapat membuat para pelaku pasar menarik diri dari aset-aset berisiko sehingga kurs rupiah pun berpotensi melemah.

"Dengan keputusan baru ini, pasar akan mereposisi portofolio investasinya untuk sementara waktu dan mungkin menarik diri dari aset berisiko sehingga rupiah bisa ikut melemah," ungkap Ariston.

Sebagai informasi, menurut data perdagangan Bloomberg, nilai kurs rupiah dibuka melemah 34 poin di level Rp15.017,5 perdolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Rabu, 21 September 2022, nilai kurs rupiah ditutup di level Rp14.983,5 perdolar AS.

Sementara Ariston memprediksi rupiah berpotensi untuk menyentuh Rp15.050 perdolar AS, ia mengatakan bahwa potensi support rupiah hari ini berada di kisaran Rp14.980 perdolar AS.

Berita Terkait