Terus Ekspansi, MCAS Induk SiCepat Raup Pendapatan Rp3,3 Miliar dari Bisnis Logistik

13 Agustus 2021 19:05 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Jasa pengantaran logistik PT SiCepat Ekspres Indonesia / Dok. Telefast

JAKARTA - Perusahaan penyedia layanan solusi informasi dan teknologi PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) meraup pendapatan dari bisnis logistik sebesar Rp3,3 miliar per akhir Juni 2021.

Raihan pendapatan induk dari perusahaan jasa pengiriman logistik PT SiCepat Ekspres Indonesia ini dipengaruhi oleh ekspansi jaringan merchant. Bahkan, segmen ini diklaim bakal berkontribusi secara progresif pada profil pendapatan yang lebih kuat.

“Perusahaan menargetkan untuk menyebarkan 15.000 drop point paket pada akhir tahun ini,” tulis manajeman SiCepat, dalam keterangan resmi, Jumat, 13 Agustus 2021.

SiCepat terus berekspansi melalui bisnis supply chain dan logistik. Per akhir Juni 2021, jaringan drop point SiCepat tumbuh lebih dari 5.800 titik. Jumlah ini meningkat 94% dibandingkan dengan Maret 2021 yang sebanyak 3.000 titik.

Pertumbuhan ini sebagian besar disebabkan oleh kolaborasi dengan mitra utama, seperti Alfamart dan Shipper, serta lebih dari 10.000 jaringan toko perusahaan.

Ke depan, tak menutup kemungkinan perusahaan akan menjalin kerja sama dengan pemain lain, seperti Alfamidi dan ritel lainnya.

Manajemen optimistis terhadap penggerak kinerja utama dalam beberapa kuartal ke depan, seperti ekspansi organik jaringan distribusi produk digital, kemitraan baru, WhatsApp business account, serta komersialisasi platform konten digital dan strategi bundling produk.

Belum lama ini, SiCepat bersama PT Clodeo Indonesia Jaya (Clodeo), anak usaha dari PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), juga mendukung aksi pemerintah dalam pendistribusian obat-obatan pasien COVID-19.

Perseroan menghadirkan dukungan logistik dan teknologi dengan menggunakan dukungan platform digital yang dikembangkan oleh Clodeo. Sistem ini telah terintegrasi dengan SiCepat Ekspres dan JNE sebagai ekspedisi yang akan mengirimkan paket obat-obatan ke lokasi pasien.

Seluruh proses pendistribusian obat-obatan ini sepenuhnya dapat dilacak secara real-time. Dengan begitu, potensi terjadinya berbagai macam kesalahan yang kerap terjadi di lapangan dapat diminimalisasi.

Berita Terkait