Teruntuk Milenial, 5 Cara Ubah Stres Finansial Jadi Sehat Finansial

JAKARTA – “Ingin berhemat lebih banyak? Lewati saja rutinitas ngopi setiap hari di kedai kopi.”

Ini adalah nasihat yang bermaksud baik yang biasanya menembus ruang keuangan pribadi. Namun, bagi milenial, melewatkan latte saja tidak mungkin terjadi.

Generasi yang lahir antara 1980 hingga 1996 ini telah mengalami beberapa ledakan ekonomi paling signifikan dalam sejarah, termasuk juga Great Recession.

Sementara, milenial yang lebih tua memasuki pasar kerja sesaat sebelum atau selama resesi 2008-2009, kelompok lebih muda yang saat ini berusia awal 20-an memulai karir mereka di masa ekonomi yang sama suramnya.

Dikutip dari Kiplinger, bagi kaum milenial, kerugian finansial dari pandemi Covid-19 datang di tengah mereka mengakumulasi aset selama bertahun-tahun. Laporan PwC 2019 menemukan, 76% milenial mengatakan situasi keuangan mereka membuat stres.

Jika ditambah pandemi global saat ini, kemungkinan stres milenial berlipat ganda.

Bagi mereka yang masuk dalam kelompok milenial, berikut lima cara mengurangi stres menuju kesejahteraan finansial dan membangun stabilitas finansial sambil menikmati hidup.

Jelajahi iklim kerja yang menantang

Milenial yang berjuang untuk mempertahankan atau mencari pekerjaan harus fleksibel dan kreatif dalam mencari pekerjaan. Misal, pertimbangkan pekerjaan jangka pendek atau bekerja di luar bidang keahlian Anda.

Ini mungkin sesuatu yang tidak Anda rencanakan, tetapi penghasilannya berguna dan memberi Anda pengalaman kerja yang berharga. Persiapkan wawancara jarak jauh dan jaringan virtual dengan mempraktikkan video tiruan.

Membuat diri Anda hadir di media sosial profesional juga dapat membantu.

Dan, tergantung pada situasi keuangan Anda, pertimbangkan untuk kembali ke sekolah dan mempelajari keterampilan dan pelatihan baru. Namun, tetap waspada terhadap potensi utang pendidikan.

Manfaatkan bantuan kesehatan finansial

Bagi mereka yang memiliki pekerjaan, tunjangan karyawan memainkan peran lebih besar dalam mendukung kesehatan finansial.

Baik Anda yang baru memulai pekerjaan baru atau tahun-tahun awal dalam karir Anda, pastikan luangkan waktu untuk memahami setiap keuntungan finansial yang ditawarkan pemberi kerja.

Ini termasuk kesehatan, perlindungan gigi dan mata, rencana pensiun, dan panduan keuangan yang diberikan para profesional, baik dari perusahaan Anda, outsourcing SDM atau penyedia layanan pensiun.

Tengok asuransi jiwa

Meskipun banyak generasi milenial mungkin memiliki akses ke asuransi jiwa melalui perusahaan, jangan juga mengabaikan pentingnya polis individu. Baik untuk menutupi hipotek atau sewa dan mengasuransikan usaha wirausaha.

Ada banyak alasan mengapa kaum milenial harus mempertimbangkan perlindungan asuransi jiwa untuk memberikan jaring pengaman finansial kepada orang yang dicintai.

Perubahan hidup, seperti membeli rumah, menikah atau memiliki anak membutuhkan perlindungan lebih, termasuk yang diberikan asuransi jiwa, terutama saat asuransi masih sangat terjangkau.

Gunakan teknologi untuk menganggarkan, menabung, dan membangun keuangan

Kemajuan teknologi telah memberi jalan pada sumber daya yang tidak pernah tersedia untuk generasi sebelumnya.

Alat seperti aplikasi perbankan dan tabungan, setoran dan transfer otomatis, dan pembayaran digital, memudahkan melacak pendapatan dan memastikan Anda membelanjakan, menabung, dan berinvestasi dengan bijak.

Menurut Bankrate, dalam hal mengelola anggaran, 34% orang yang berusia 18-34 tahun mengatakan bahwa mereka sudah memiliki setidaknya satu aplikasi penganggaran di ponsel mereka.

Gunakanlah aplikasi itu untuk bekerja. Selain memperoleh nasehat dari profesional keuangan, teknologi adalah salah satu bagian dari strategi keuangan holistik.

Ubah uang menjadi hal yang bermakna

Kesehatan finansial bukan hanya soal mengumpulkan aset berharga. Kesehatan finansial juga mencakup cara menggunakan uang untuk menjalani hidup yang penuh makna.

Semakin banyak literatur menunjukkan bahwa kesehatan finansial dan fisik seringkali saling terkait, menjadikan kesehatan finansial sebagai bagian dari kesejahteraan Anda secara keseluruhan.

Jangan hanya mempertimbangkan kesehatan finansial obyektif, seperti apa yang Anda miliki, apa yang Anda utangkan, berapa banyak penghasilan Anda.

Tetapi juga, perhatikan kesehatan finansial subjektif Anda guna menciptakan landasan bagi kesehatan finansial. Ini mencakup seberapa baik Anda memandang diri Anda sendiri dalam mengelola keuangan Anda dan seberapa optimis atau pesimisnya Anda dalam mencapai tujuan finansial.

Gunakan analisis-diri keuangan sebagai peluang untuk memastikan Anda menemukan makna dan nilai dalam hidup Anda secara keseluruhan. Dan, menilai bagaimana keuangan Anda dapat membantu memainkan peran dalam memajukan aktivitas dan momen yang paling Anda hargai.

Tags:
Asuransiasuransi jiwaGenerasi Milenialmilenialstres finansialstres keuanganteknologitips keuangan
%d blogger menyukai ini: