Rekor! Jumlah Investor Saham Bertambah 1 Juta SID Sepanjang 2021

02 September 2021 16:48 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Kantor pusat Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan terciptanya 1 juta investor saham baru sepanjang tahun 2021. Sehingga, terdapat sebanyak 2.697.832 jumlah single investor identification (SID) saham per 31 Agustus 2021.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan  pencapaian rekor tersebut merupakan hasil sinergi serta kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia. 

Jumlah pertumbuhan investor saham baru meningkat pesat hanya dalam kurun waktu 8 bulan di tahun ini, yaitu meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian sebelumnya pada tahun 2020 yang berjumlah 590.658 SID baru.

“Optimalisasi digital yang dimulai sejak tahun 2019 serta dimaksimalkan pada tahun 2020 kemarin telah menjadi kekuatan pengembangan investor pada tahun 2021 dan menjadi alasan utama bagi pesatnya peningkatan jumlah investor baru pada tahun ini,” ungkap Inarno, Kamis, 2 September 2021.

Pencapaian ini diraih beriringan pula dengan terciptanya rekor baru untuk pertumbuhan SID pasar modal. Jumlah investor baru hingga 31 Agustus 2021 mencapai 2.219.712, meningkat hampir 2 kali lipat dari pencapaian tahun lalu. Sehingga total investor pasar modal saat ini adalah 6.100.525 investor.

Menurut Inarno, fokus self regulatory organization (SRO), yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengakselerasi transformasi digital pada 2019 dan 2020, telah berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian tersebut.

Baginya, hal ini juga sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen pada akhir tahun lalu. Pada kesempatan itu, Hoesen mengatakan BEI, bersama seluruh pemangku kepentingan Bursa perlu melanjutkan pengembangan pasar modal yang berkelanjutan melalui inovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Hoesen bilang, pengembangan tersebut antara lain dapat diimplementasikan pada berbagai fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa, serta edukasi secara masif melalui berbagai channel media. 

“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan pasar modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian di pasar modal Indonesia” ujar Hoesen.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan, berkat kegiatan edukasi masif yang dilakukan oleh BEI bersama seluruh stakeholders pasar modal Indonesia, berbagai pencapaian signifikan telah diperoleh. 

Beberapa rekor yang tercapai sepanjang tahun lalu diantaranya adalah peningkatan jumlah SID saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktivitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham tahun ini yang semakin didominasi oleh investor domestik.

Peningkatan jumlah investor baru juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas investor. Seluruh indikator per Agustus 2021 menunjukkan bahwa aktivitas investor meningkat, yang di antaranya adalah rata-rata investor aktif per hari mencatatkan peningkatan dua kali lipat menjadi 198.858 dari 94.704 SID, dan rata-rata investor aktif per bulan turut meningkat 2,2 kali lipat menjadi menjadi 641.442 dari 293.886 SID. 

Dengan penetrasi digital, kata dia, distribusi investor juga semakin merata. Data Juli 2021 menandakan konsentrasi investor di pulau Jawa berkurang menjadi 69% dari tahun 2018 yaitu 74%. Komposisi investor juga semakin bergerak ke usia muda, karena sekitar 80% investor di pasar modal merupakan milenial dan gen z.

Berita Terkait