Tertinggi dalam 11 Tahun, Anggaran Kementerian ESDM Terserap 93,8 Persen Tembus Rp5,8 Triliun

07 Januari 2021 21:39 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengikuti rapat kerja dengan komisi VII DPR di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi anggaran 2020 mencapai Rp5,8 triliun, atau setara dengan 93,8% dari pagu senilai Rp6,2 triliun. Realisasi ini tercatat menjadi yang tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif menjabarkan, anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk belanja infrastruktur. Selain itu juga untuk mendanai peningkatan kualitas pengelolaan anggaran.

“Realiasi anggaran 2020 ini merupakan realisasi yang terbesar selama 11 tahun terakhir,” kata Arifin Tasrif dalam konferensi pers virtual, Kamis, 7 Januari 2020.

Arifin juga merinci, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM pada 2020 mencatatkan realisasi sementara yakni 120% dari target. Pada anggaran penerimaan dan pendapatan negara (APBN) perubahan, PNBP sektor ESDM ditargetkan Rp90,7 triliun, sementara realisasinya sebesar Rp108,7 triliun.

Realiasi PNBP tersebut terdiri dari PNBP Migas sebesar Rp69,7 triliun (131%), Mineral dan Batubara sebesar Rp34,6 triliun (110%). EBTKE sebesar Rp 2 triliun (154%) dan penerimaan lainnya sebesar Rp2,4 triliun (51%).

“Penerimaan lainnya tersebut terdiri dari iuran badan usaha hilir migas, DMO Migas, penjualan data, jasa sewa, penerimaan BLU, dan lainnya,” tambahnya.

Untuk 2021, besaran PNBP dari sektor ESDM ditargetkan mencapai Rp121,2 triliun. Terdiri dari PNBP Migas sebesar Rp75 triliun, PNBP Minerba Rp39,1 triliun, PNBP EBTKE Rp1,4 triliun, dan PNBP dari penerimaan lainnya Rp5,7 triliun. 

Secara akumulatif, besaran alokasi anggaran Kementerian ESDM mencapai Rp7 triliun pada 2021. (SKO)

Berita Terkait