Terseret Penyitaan Aset Lahan BLBI, Grup Lippo Angkat Bicara

27 Agustus 2021 22:03 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Lanskap bangunan pusat perbelanjaan Lippo Mall Puri, di kawasan Jakarta Barat, Minggu, 6 September 2020. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjual kepemilikan atas Lippo Mall Puri yang saat ini dikelola oleh anak usahanya PT Mandiri Cipta Gemilang (MCG) kepada penjual yang juga merupakan pihak yang terafiliasi dengannya yakni PT Puri Bintang Terang (PBT). Nilai transaksi pengalihan diperkirakan sebesar total Rp 3,50 triliun, belum termasuk PPN, Rencana transaksi dilaksanakan merupakan bagian dari strategi asset-light yang dijalankan perseroan dan dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perseroan dan hasil yang akan diterima oleh perseroan dari pelaksanaan rencana transaksi akan digunakan antara lain untuk membiayai kegiatan operasional perseroan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyita sejumlah aset properti milik obligor terkait kasus pada pada 1997-1998. Aset sitaan hari ini terdiri atas 49 bidang tanah seluas 5.291.200 m2 yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor. 

Dari sejumlah aset tersebut, nama PT Lippo Karawaci Tbk ikut terseret. Pasalnya, aset tanah seluas 251.992 m2 yang berlokasi di Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang ini memiliki nilai sebesar Rp1,3 triliun.

Corporate Communications Lippo Karawaci Danang Kemayang Jati menjelaskan, lahan tersebut sebetulnya sudah menjadi milik pemerintah sejak lama. 

“Lahan yang disampaikan oleh pemerintah sebetulnya adalah lahan yang sudah dimiliki secara hukum dan dikuasai oleh pemerintah sejak 2001. Jadi lahan tersebut sudah bukan lagi milik Lippo Karawaci,” kata Danang dalam keterangan resmi, Jumat 27 Agustus 2021.

Kepemilikan lahan oleh pemerintah terkait dengan BLBI terhadap bank-bank yang diambil alih oleh pemerintah, qq BPPN, pada bulan Sept 1997, pada krisis moneter saat itu. Perseroan juga menegaskan, tidak ada satu pun perusahaan Lippo termasuk Bank Lippo yang pernah meminta atau mendapat aliran dana BLBI. 

“Kami sepenuhnya selalu  mendukung program pemerintah yang mengkonsolidasikan aset-aset tertentu milik Depkeu dan satgas yang baru dibentuk.”

Adapun di antara aset-aset yang dikonsolidasian di dalam satgas tersebut terletak di sekitar pemukiman yang disebut Lippo Karawaci adalah sesuatu hal yang wajar.

“Pemberitaan yang seolah-oleh ada penyitaan lahan atau aset yang dikaitkan Lippo sebagai obligor dahulu atau sekarang, adalah sepenuhnya tidak benar. Karena aset itu sudah milik negara sejak 2001,” tegas Lippo.

49 bidang tanah yang disita negara hari ini di antaranya:

- 44 bidang tanah seluas 251.992 m2 di Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang

- Tanah seluas 3.295 m2 di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 108, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan

- Tanah seluas 15.785 m2 dan 15.708 m2 di Jalan Bukit Raya Km. 10 Gg. Kampar 3 (Kawasan Kilang Bata) RT/RW 04/09, Sali, Bukit Raya

- Dua bidang tanah total seluas 5.004.420 m2 di Bogor Jawa Barat. Masing-masing yakni di Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat seluas 2.013.060 m2 dan Desa Neglasari, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat seluas 2.991.360 m2.

Berita Terkait