Terpukul Pandemi, Erick Thohir Akui 90 Persen BUMN Babak Belur

16 Juni 2021 07:32 WIB

Penulis: Sukirno

Menteri BUMN, Erick Thohir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pandemi COVID-19 memang memukul perekonomian dunia, termasuk bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan hanya empat grup BUMN yang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2020.

“Hanya mempunyai empat grup yaitu telco, healthcare, plantations, dan food and agri yang bisa kita anggap masih (tumbuh). Lainnya tentu terdampak sangat dalam karena memang ada unsur ketidakpastian seperti COVID-19,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir pada acara webinar Seri II BPK RI di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 15 Juni 2021.

Kementerian BUMN mencatat pertumbuhan telco terungkit 1% (year-on-year/yoy) atau senilai Rp881 miliar, healthcare menanjak 8% atau Rp1,03 triliun, plantations naik 9% atau Rp3,65 triliun, serta food and agri yang tumbuh tipis 4% atau setara Rp4,04 triliun.

Erick menyampaikan bahwa situasi yang dihadapi BUMN sama dengan kebanyakan perusahaan swasta. BUMN terdampak 90% dan klaster penyumbang dividen terbesar BUMN mengalami penurunan yang signifikan.

“Kita lihat dari dividen BUMN selama ini banyak didukung oleh banking (perbankan), telco (telekomunikasi), energi, dan mining (pertambangan) sekarang sangat berdampak,” ungkapnya.

Energi terdampak paling dalam dengan tekanan hingga minus 18% atau Rp204 triliun, kemudian banking terpeleset 3% atau Rp10,3 triliun, dan pertambangan anjlok 17% atau Rp14,06 triliun.

Selain disebabkan oleh variasi mutasi virus baru yang membatasi aktivitas masyarakat serta kecepatan pemenuhan pasokan vaksin, Menteri Erick menyampaikan bahwa perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat turut menjadi unsur ketidakpastian yang mempengaruhi kinerja BUMN.

Roadmap BUMN
Tampak logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 6 Juli 2020. Logo baru yang diluncurkan pada Rabu, 1 Juli 2020 menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Sebagai respons terhadap pandemi COVID-19 tersebut, Erick telah menyiapkan roadmap BUMN 2020-2024 yang dibagi menjadi tiga tahapan.

“Kita menarik percepatan di mana pada kuartal kedua 2021 ini kita masuk ke kategori resilience dan survival di mana kita melindungi BUMN strategis yang memang terdampak COVID-19 dan BUMN yang punya potensi menjadi kekuatan,” ujar Erick.

Selain itu, lanjutnya, Kementerian BUMN telah membentuk klasterisasi berdasarkan keterkaitan supply-chain dan kesamaan industri untuk meningkatkan sinergi. Serta, memperbaiki landasan good corporate governance (GCG) BUMN beserta restrukturisasi operasional untuk mencapai operational excellence.

Kemudian, tahapan kedua adalah restrukturisasi dan realignment yang ditargetkan selesai sampai kuartal II-2022, melalui perbaikan portofolio dengan restrukturisasi korporasi yang bertujuan melakukan konsolidasi dan simplifikasi serta mempersiapkan landasan untuk inovasi model bisnis baru.

Sedangkan tahapan ketiga dengan target hingga 2024 adalah inovasi dan transformasi. Erick ingin menciptakan kesempatan partisipasi sektor swasta dan melakukan spesialisasi BUMN dengan tujuan komersial dan sosial. (SKO)

Berita Terkait