Ternyata, Titik Nol Tol Trans Jawa Ada di Cawang

28 Desember 2021 16:03 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Tol Trans Jawa adalah jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di pulau Jawa. Jalan tol ini membentang antara Pelabuhan Merak, Cilegon, di Provinsi Banten hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, di Provinsi Jawa Timur. Total panjang Tol Trans Jawa mencapai 1.240,84 kilometer (Km). (Tangkapan Layar Youtube/TrenAsia.)

JAKARTA - Tol Trans Jawa merupakan jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota di pulau Jawa. Jalan  tol ini membentang antara Pelabuhan Merak, Cilegon, di Provinsi Banten hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, di Provinsi Jawa Timur. Total panjang Tol Trans Jawa mencapai 1.240,84 kilometer (km).

Jalan Tol Trans Jawa merupakan prototipe pembangunan infrastruktur jalan tol di seluruh Indonesia. Dengan populasi Pulau Jawa 151,6 juta jiwa, jalan tol ini dianggap sangat penting untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan menekan biaya logistik darat.

Presiden Joko Widodo meresmikan Tol Trans Jawa pada 2018, setelah memulai pembangunannya pada 2015, atau setahun setelah dia mengambil alih kepemimpinan Negara dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jokowi menargetkan jalan tol terpanjang di Indonesia ini bisa rampung seluruhnya pada 2023. Salah satu sisa ruas tol yang masih dikerjakan sampai saat ini adalah ruas Grati Pasuruan-Probolinggo- Banyuwangi. Total investasi pengerjaan ruas tol ini mencapai Rp45,2 triliun.

Rinciannya, Ruas Pasuruan-Probolinggo 45 km dengan biaya investasi Rp2,99 triliun, biaya konstruksi Rp1,56 triliun, dan biaya tanah Rp0,16 triliun. Sedangkan Ruas Probolinggo - Banyuwangi biaya investasinya mencapai Rp23,39 triliun. Biaya kontruksi Rp17,10 triliun dan biaya tanah belum dicantumkan.

Di balik kemegahan infrastruktur kebanggaan masyarakat Jawa tersebut, menyimpan satu rahasia yang belum diketahui masyarakat. Yaitu mengenai letak titik nol Tol Trans Jawa.

Penulis buku "75 Asa Merajut Trans Jawa Menuju Indonesia Maju" Nirwono Yoga dalam acara bedah buku hari ini mengungkapkan ternyata letak titik nol Tol Trans Jawa berada di Cawang, Jakarta Timur.

Menurut dia, titik nol tersebut merupakan awal mula atau cikal bakal pembangunan Tol Trans Jawa. Sebagaimana diketahui, Tol Trans Jawa dimulai pada 1978 di zaman Presiden Soeharto yang kemudian secara tertatih-tatih dilanjutkan pada kepemimpinan setelahnya hingga era Presiden Jokowi.

"Ini pasti banyak yang belum tahu atau tidak tahu ternyata kilometer nol Tol trans Jawa itu di Cawang. Ini sekitar bundaran Cawang, yang merupakan titik nol pembangunan tol Trans Jawa. Ini yang menarik untuk ditelusuri karena merupakan cikal bakal pembangunan tol Trans Jawa," katanya, Selasa, 28 Desember 2021.

Dia tidak menjelaskan secara detail ruas tol mana yang menjadi titik pertama pembangunan Tol Trans Jawa. Namun dari laporan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR belum lama ini, diketahui bahwa titik nol kilometer tersebut terletak di jalan tol dalam kota ruas Cawang-Tomang (arah Jakarta-Tangerang-Merak).

Titik nol ini sekaligus menjadi penentu perhitungan jalan tol baik itu tol ke arah Bogor, tol ke arah Tanjung Priok, Tol Cikampek arah Trans Jawa dan tol arah Merak.

"Ketika pengendara sedang melintas di tol Cawang maka terdapat tulisan 0 kilometer-nya, atau dapat melihatnya saat sedang berkendara dari Jalan Tol Cikampek menuju Tol dalam Kota Jakarta. Titik nol ini menjadi awal untuk menentukan perhitungan jalan tol," tulis BPJT di akun Instagramnya, Juli 2021.

Nirwono menjelaskan Tol Jakarta-Cikampek yang merupakan titik nol Tol Trans Jawa merupakan tol terpanjang di Indonesia. Panjangnya mencapai 83 kilometer.

Jalan tol terpanjang kedua adalan Tol Merak-Tangerang yang mencapai 72,45 km. Jika dihitung hingga Jakarta, maka Tol Merak-Tangerang-Jakarta mencapai 105,45 km.

Kemudian, Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) merupakan tol layang terpanjang di Indonesia dengan panjang mencapai 38 km. Tol ini resmi ganti nama menjadi Jalan Layang Mohamed bin Zayed (MBZ). Peresmian Jalan Layang Sheikh MBZ dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno atas nama Presiden Jokowi pada 12 April 2021.

"Ini salah satu bukti kemampuan kita membangun tol layang yang sebenarnya ditujukan kepadatan mobilitas saat menjelang Lebaran maupun Libur Natal dan Tahun Baru. Itulah kemudian gagasan mengapa Jabek II ini dibangun," papar Nirwono.

Berita Terkait