Ternyata Ini Tujuan Telkomsel Suntik Modal Gojek Rp2,1 Triliun

December 22, 2020, 04:03 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid (paling tengah), Presiden Direktur Tiphone Mobile Indonesia Tan Lie Pin (paling kiri) dan CEO GO-JEK Nadiem Anwar Makarim (paling kanan), saat peluncuran Go Pulsa, pembelian pulsa melalui driver Gojek pada Februari 2016. / Tiphone.co.id

JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) bersama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek melakukan sejumlah inisiatif yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam ekosistem Telkomsel serta mitra driver Gojek.

Langkah ini dilaksanakan selepas anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk itu menyuntikkan dana ke Gojek senilai US$150 juta, setara Rp2,1 triliun pada November lalu.

Terdapat dua inisiatif utama dari kolaborasi Telkomsel dan Gojek ini. Pertama, dukungan kepada lebih dari 20.000 mitra reseller/outlet Telkomsel untuk melakukan digitalisasi layanan. Para mitra reseller Telkomsel tersebut kini menjadi bagian dari layanan GoShop di platform Gojek.

Dengan begitu, para pengguna Gojek dapat membeli beragam produk layanan Telkomsel dari para mitra reseller Telkomsel langsung dari GoShop di aplikasi Gojek.

Kerja sama keduanya juga untuk mendukung produktivitas mitra driver Gojek melalui Paket Swadaya Telkomsel. Paket teranyar perusahaan telekomunikasi pelat merah ini menawarkan bebas akses aplikasi Gojek bagi para mitra driver dengan tarif Rp25.000.

Selain itu, paket tersebut juga menawarkan bonus kuota data dari 3GB hingga 20GB, nelpon sepuasnya dan bebas 500 SMS ke sesama nomor Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, kolaborasi tersebut fokus pada pemenuhan solusi berbasis digital bagi seluruh bagian ekosistem kedua perusahaan.

Ia berharap, implementasi tersebut dapat memberi manfaat, khususnya dalam mendorong transformasi bisnis digital UMKM.

“Ke depannya, beragam inisiatif kolaborasi dengan fondasi synergy value yang kuat akan terus Telkomsel dan Gojek kembangkan,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima TrenAsia.com, Senin 21 Desember 2020.

Dukung Digitalisasi

Sementara, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo meyakini, sinergi kedua perusahaan dapat memperkuat digitalisasi UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Apalagi, di masa pandemi seperti sekarang, digitalisasi merupakan pilihan agar UMKM dapat bertahan dan memperluas pasar.

Ia bilang, saat ini Gojek memiliki ratusan juta pelanggan, 1,7 juta mitra driver, dan 750.000 mitra merchant di Indonesia. Sementara Telkomsel adalah perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia.

Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Telkom Indonesia ini memiliki lebih dari 233.000 BTS 4G LTE dengan cakupan layanan lebih dari 170 juta pelanggan. Jumlah tersebut 95% dari total populasi penduduk di Indonesia.

“Karena itu kami berkomitmen sinergi antara Gojek dan Telkomsel akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas,” tutup Andre. (SKO)