Termasuk Indonesia, Huawei Kucurkan US$100 Juta untuk Pengembangan Ekosistem Startup Asia Pasifik Tiga Tahun ke Depan

04 Agustus 2021 19:07 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Huawei ICT Academy Strategic Partnership with University Malaya/ huawei.com

SINGAPURA – Huawei mengumumkan rencananya menginvestasikan US$100 juta guna mendukung perusahaan-perusahaan rintisan atau startup di kawasan Asia Pasifik.

Huawei menyatakan, investasi yang digulirkan melalui Spark Program di kawasan Asia Pasifik, bertujuan untuk membangun ekosistem startup yang berkelanjutan di kawasan tersebut selama tiga tahun ke depan.

Perusahaan teknologi ini juga mengumumkan, program ini akan memfokuskan upayanya untuk mengembangkan empat startup hub tambahan di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam. Tujuannya adalah merekrut 1.000 startup untuk bergabung ke dalam program akselerator Spark dan membantu menskalakan 100 startup di antaranya yang terpilih.

"Startup dan UKM adalah inovator, disruptor dan sekaligus pelopor. Pada 34 tahun lalu, Huawei adalah startup yang hanya memiliki modal terdaftar sebesar US$5.000,” kata Catherine Chen, Senior Vice President dan Board Member Huawei dalam keterangan resmi, Rabu 4 Agustus 2021.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Huawei Cloud telah menjadi cloud dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan telah mendorong pertumbuhan banyak startup. Saat ini, 40 startup telah berpartisipasi dalam program ini.

“Hari ini, kami meluncurkan Kolaborasi Cloud-plus-Cloud dan Program Inovasi Bersama guna mendukung startup dengan menginvestasikan sumber daya senilai US$40 juta,” kata Zhang Ping'an, CEO of Huawei's Cloud Business Unit.

Investasi tersebut berasal dari Huawei Cloud dan Huawei Mobile Services (HMS). Pada 2021, mereka berencana untuk memberikan dukungan kepada 200 startup di ekosistem HMS dan berbagi jaringan sumber daya dengan para pengembang di seluruh dunia yang bersama-sama telah melayani 1 miliar pengguna perangkat Huawei. 

“Selain itu, kami juga akan membuka Pusat Inovasi Pengembang HMS untuk mendukung 100.000 pengembang cloud-native HMS,” tambah dia.

Adapun saat ini, terdapat 4,5 juta pengembang dari lebih dari 170 negara dan wilayah yang telah mengandalkan HMS.

Berita Terkait