Terkuaknya Misteri Bola Api Hijau yang Tampak di Langit Selandia Baru

12 Agustus 2022 16:02 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

Terkuaknya Misteri Bola Api Hijau Tampak di Langit Selandia Baru (Live science)

SELANDIA BARU - Sebuah bola api berwarna hijau terang tampak melesat di langit selandia baru bulan lalu. Pada 7 Juli lalu, benda langit itu telihat jatuh di selat Cook yang terletak di antara kepulauan utara dan selatan Selandia Baru.

Diperkirakan, bola api hijau itu memiliki diameter kisaran 1 meter, meteor ini menghantam perairan dengan daya ledak setara dengan 1.800 metrik Ton TNT sehingga menyebabkan ledakan sonik secara besar-besaran.

Tak hanya satu, sejumlah bola api hijau lainnya tampak tertangkap kamera sedang melintas di atas Catenbury, Pulau Selatan Selandia Baru.

Seperti diduga sebelumnya, bola api itu merupakan sebiah meteor yang ukurannya bisa lebih dari satu meter. Biasanya, hanya ada sekitar empat bola api melintas setiap tahunnya. Namun tahun ini tampak lebih banyak.

Menurut Koordinator American Meteor Society, Robert Lunsford, laporan bola api dari Selandia Baru kini telah melampaui laporan dari Australia, yaitu hampir 30 kali lebih banyak.

"Kami telah melihat peningkatan luar biasa dalam jumlah laporan dari Selandia Baru," kata Robert Lunsford seperti dikutip TrenAsia.com dari Livescience Jumat, 12 Agustus 2022.

Selain para astronom, penampakan bola api hijau ini juga banyak dilaporkan oleh masyarakat umum melalui organisasi nirlaba, Fireballs Aotearoa. Sekadar informasi, Fireballs Aotearoa adalah kolaborasi antara astronom dan ilmuwan warga yang bertujuan untuk menemukan meteorit yang baru saja jatuh ke Bumi.

Selain fenomena melintasnya bola apai berwarna hijau di langit, lantas ada pertanyaan lain yang timbul. Apa yang memberi meteor ini rona hijau? apakah itu tergantung pada ukuran, tinggi, dan kandungan mineral yang ada dalam meteor?

Ahli Fisika dan Astronomi Universitas Canterbury, Jack Baggaley menyebut bahwa warna hijau yang terdapat pada meteor terjadi ketika benda langit itu berada di ketinggian 100 km.

Saat meteor yang jauh lebih kecil bergerak secepat 75km/detik menghantam atmosfer bumi, partikel matahari mengionisasi oksigen di bagian atas atmosfer. Proses yang sama menciptakan aurora hijau.

"Bola api - seperti kasus yang diamati di sini - terjadi lebih rendah, kurang dari 60 km, dan warna hijau di dalamnya dihasilkan oleh benda besar yang terdiri dari bahan logam seperti nikel, besi dan magnesium," kata Baggaley.

Mengingat pada Juli hingga Agustus adalah fenomena Perseid, apakah fenomena bola api hijau ini masih berhubungan?

Lunsford berpendapat bahwa Kecepatan cepat Perseid dapat menyebabkan atom oksigen terionisasi bersinar dengan rona kehijauan saat meteor melewati atmosfer. Namun, Bola api hijau itu tak ada hubungannya dengan perseid.

Alasannya, pancaran hujan meteor perseid hanya terlihat di langit malam belahan Bumi Utara.

"Meteor Perseid umumnya tidak terlihat dari Selandia Baru karena lokasi selatan pulau. Meskipun ada kemungkinan pada malam aktivitas maksimum untuk melihat beberapa meteor ini melesat ke atas dari bawah ufuk utara dari bagian paling utara Pulau Utara," tambah Lunsford.

Berita Terkait