Terkait Lelang Proyek Rp6,5 Triliun, Total Bangun Persada Jelaskan Rinciannya

11 Mei 2021 14:56 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Foto: Total Bangun Persada

JAKARTA – Emiten konstruksi swasta, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), menjelaskan rincian keikutsertaan mereka dalam lelang proyek Rp6,5 triliun yang sebelumnya diberitakan di media massa.

“Nilai pipeline proyek kami (proyek-proyek yang masih dihitung dan sedang proses tender) adalah berjumlah sekitar Rp6,5 triliun, nilai ini sangat dinamis bisa berubah setiap saat,” ujar Corporate Secretary TOTL Mahmilan Sugiyo Warsana dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 11 Mei 2021.

Hal ini berarti Total Bangun Persada tidak sedang mengikuti lelang proyek senilai Rp6,5 triliun tetapi nilai tersebut merupakan jumlah perkiraan rencana proyek-proyek mereka saat ini.

Mahmilan juga mengatakan TOTL selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian pada saat tender untuk menjaga arus kas. Ini dilakukan dengan mengenali cara dan metode pembayaran kontrak masing-masing proyek sehingga tidak merugikan perusahaan.

Hingga Mei 2021, TOTL baru mencatatkan kontrak baru senilai Rp89 miliar. Nilai ini masih jauh dari target perolehan kontrak baru perusahaan yang sebesar Rp1,5 triliun.

Mahmilan mengungkapkan pemberi kerja dari proyek baru tersebut dan proyek yang masih dalam proses lelang bukan pihak berelasi melainkan pihak ketiga.

“Progres proyek baru rata-rata masih dalam tahap persiapan, dan beberapa pekerjaan struktur. Sampai saat ini tidak ada kendala atas pelaksanaan pengerjaan proyek baru tersebut,” ujarnya.

Meski nilai kontrak baru Rp89 miliar ini tinggi dari perolehan kuartal I-2020 yang senilai Rp56,58 miliar, Mahmilan mengatakan kontrak baru ini belum memberikan sumbangan berarti terhadap pendapatan kuartal I-2021.

Sebagai informasi, TOTL mencatatkan pendapatan sebesar Rp459,33 miliar pada kuartal I-2021. Pendapatan ini turun 36,7% dari kuartal I-2020 yang sebesar Rp725,74 miliar.

TOTL menganggarkan Rp3 miliar untuk belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini. Dana ini bersumber dari kas internal dan direncanakan untuk pembelian peralatan proyek serta peralatan dan perangkat lunak IT. Hingga kuartal I-2021, capex sudah terealisasi Rp130,7 juta. (RCS)

Berita Terkait