Terhantam Pandemi, Minat dan Penjualan Hunian Mewah Ibukota Merosot

JAKARTA – Minat pembeli residensial sekunder di kawasan elite Jakarta seperti Pondok Indah, Menteng, Kelapa Gading, dan Pluit menurun seiring dengan terjadinya pandemi COVID-19. Harga jual perumahan di kawasan elit ibu kota itu pun juga turut surut.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan harga perumahan di kawasan high end tersebut menurun sekitar 10-20% akibat pandemi COVID-19.

“Rumah second high end. Harga jual koreksi bisa sampai 50 persen, tetapi hanya beberapa titik karena penjual mungkin butuh uang,” kata Ali, Rabu, 30 September 2020.

Kendati demikian, menurunnya pembeli yang diiringi dengan turunnya harga properti menjadi keuntungan sendiri bagi konsumen. Oleh karena itu, Ali menyebutkan ini adalah momentum tepat untuk membeli rumah dengan harga yang lebih rendah.

Di sisi lain, Senior Director Leads Property Darsono Tan menyampaikan meski menurun, namun penjualan rumah di segmen menengah ke atas itu masih ada. Namun, jumlahnya menurun belum seperti kondisi normal.

“Mungkin (penjualannya) hanya 30 persen dari masa normal,” tutur Darsono.

Menurutnya, penurunan penjualan rumah sudah terjadi sebelum pandemi datang menghantam. Minat properti khususnya rumah sekunder mewah semakin menurun akibat tekanan pandemi virus asal China itu.

Tags:
Harga Rumah MewahHeadlinehunianPenjualan propertiPenjualan rumah MewahPerumahan mewahPropertiResidensial sekunderrumah
wahyudatun nisa

wahyudatun nisa

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: