Tergerus Pandemi, Pendapatan Mitra Pinasthika Mustika Milik Grup Saratoga Anjlok 32,5 Persen

12 April 2021 13:09 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Sepeda motor Honda PCX 2020. / Astra-honda.com

JAKARTA – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan penurunan kinerja keuangan sepanjang 2020. Kinerja keuangan emiten bidang konsumer otomotif dan transportasi ini lesu akibat penjualan kendaraan bermotor yang anjlok selama 2020 

Pendapatan bersih MPMX merosot 32,5% dari Rp16,56 triliun pada 2019 menjadi Rp11,18 triliun pada 2020. Padahal, beban perusahaan menyusut dari Rp907 miliar pada 2019 menjadi Rp801 miliar pada 2020. 

Pendapatan itu bersumber dari penjualan pihak ketiga kendaraan bermotor roda dua dan roda empat beserta suku cadangnya sebesar Rp 10,09 triliun . Kemudian pendapatan dari sewa kendaraan yang berkontribusi sebesar  Rp 794,16 miliar, dan lainnya sebesar Rp 291,36 miliar.

Maka, laba usaha MPMX milik Saratoga Group tersebut secara beriringan menurun menjadi Rp344 miliar pada 2020 dari sebelumnya Rp592 milar pada 2019. Keuangan perusahaan sedikit terselamatkan karena beban pajak penghasilan (PPh) perusahaan menukik 50,9% dari Rp189 miliar pada 2019 menjadi hanya Rp93,03 miliar pada 2019. 

Adapun laba yang dapat diatribusikan perusahaan kepada pemilik entitas induk pada 2020 sebesar Rp118 miliar. Angka itu lebih kecil empat kali lipat dibandingkan 2019 yang mencapai Rp466 miliar. 

Hal lain yang mengurangi beban keuangan perusahaan pada 2020 adalah pos liabilitas yang terkendali. Jumlah liabilitas MPMX naik tipis dari Rp2,29 triliun pada 2019 menjadi Rp2,88 triliun pada 2020. 

Sekretaris Perusahaan PT Mitra Pinasthika Mustika F Bernadeth Conny menjelaskan, kenaikan liabilitas disebabkan pinjaman jangka panjang pembelian aset kendaraan di segmen transportasi. 

Selain itu, peningkatan liabilitas juga dipicu oleh aksi membeli saham PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika dari pemegang opsi. Kendati demikian, Bernadeth tetap meyakinkan aset dan arus kas perusahaan tetap terjaga selama 2020.

“Kenaikan pada estimasi liabilitas klaim dari segmen operasi lainnya, di mana kenaikan tersebut selaras dengan kenaikan pada Aset Reasuransi di Jumlah Aset,” kata Bernadeth dalam keterangan resmi yang diterima Trenasia.com, Senin 12 April 2021.

Adapun total ekuitas perusahaan menyusut dari Rp7,2 triliun pada 2019 menjadi Rp6,32 triliun pada 2020. 

Debt to equity ratio (DER) perusahaan masih terjaga di angka 0,4 kali. Perusahaan tidak dapat memanfaatkan laba secara maksimal akibat lesunya bisnis selama 2020. Namun, hal ini juga berarti modal bersih perusahaan masih jauh lebih banyak ketimbang kewajiban utang perusahaan. 

Langkah Pengamanan

Group Chief Executive Officer PT Mitra Pinasthika Mustika Suwito Mawarwati menyebut, perusahaan telah melakukan langkah mengamankan kinerja keuangan yang optimal selama 2020. Langkah itu juga dapat dilihat dari arus kas perusahaan yang tetap terjaga sehingga kemampuan perusahaan mengelola pembiayaan masih optimal.

“Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa dengan perkembangan pasar yang didominasi oleh tantangan yang timbul dari pandemi Covid-19. Di tengah kondisi tersebut, saya berterima kasih atas kecepatan dan dedikasi tim MPMX dan entitas anak dengan dilakukannya tindakan-tindakan terbaik dalam upaya mitigasi,” kata Suwito, Senin 12 April 2021.

Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan perusahaan menukik dari Rp1,89 triliun pada 2019 menjadi hanya Rp124 miliar pada 2020. 

Berita Terkait