Tergerus Lonjakan Harga Bahan Baku, Raksasa Kosmetik Revlon Menyatakan Diri Pailit

17 Juni 2022 13:40 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Yosi Winosa

Terdampak rantai pasokan global yang terganggu, perusahaan kosmetik asal AS, Revlon ajukan kebangkrutan. (Reuters)

NEW YORK - Perusahaan kosmetik ternama asal AS, Revlon, telah menyatakan kepailitan sesuai Bab 11 UU Kepailitan AS. Hal ini merupakan imbas dari tingginya harga bahan baku.  

Pihak Revlon juga menyatakan bahwa gangguan rantai pasokan global juga menjadi salah satu penyebabnya. Akibatnya, vendor menuntut perusahaan-perusahaan untuk melakukan pembayaran di depan, seperti dikutip dari Reuters.

Masalah lainnya seperti kekurangan tenaga kerja dan inflasi juga semakin memperparah keadaan yang harus dihadapi perusahaan.

Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1932 itu juga semakin mengalami penurunan karena kalah saing dengan merk kosmetik lain dalam beberapa tahun terakhir. 

“Contohnya, satu tabung lipstick Revlon membutuhkan 35 sampai 40 bahan baku dan komponen lain, dan masing-masing bahan sangat penting untuk membawa produk ke pasar,” kata Robert Caruso, kepala restrukturisasi Revlon dalam pengajuan pengadilan dikutip Jumat, 17 Juni 2022.

Ia menambahkan bahwa dengan kurangnya bahan yang diperlukan, persaingan untuk material-material yang tersedia juga semakin ketat.

Selain disebabkan oleh dampak berkepanjangan pandemi COVID-19 yang menaikkan biaya pengiriman, konflik di Ukraina dan penerapan lockdown di China telah memperparah situasi rantai pasokan global tahun ini.

Berita Terkait