Pedasnya Cabai Rawit Dorong Inflasi Juli 0,08 Persen

02 Agustus 2021 14:02 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Pedagang memilah cabai di kiosnya di Pasar Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2021 mengalami inflasi tipis 0,08% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm).

Secara tahunan (year on year), inflasi pada Juli ini tercatat berada di level 1,52% dan 0,81% secara tahun kalender (year to date/ytd).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan minuman dan tembakau punya andil tertinggi dalam perolehan inflasi Juli ini, yakni 0,04%. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,15% pada Juli 2021.

“Komoditas yang paling dominan di kelompok pengeluaran makanan minuman dan tembakau ini berasal dari cabe rawit 0,03% serta  tomat, bawang merah, cabai merah, dan rokok kretek filter 0,01%,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin, 2 Agustus 2021.

Margo menjelaskan komoditas cabai rawit mengalami kenaikan harga tertinggi karena adanya perubahan cuaca. Selain itu, musim pancaroba dikatakan Margo turut mendorong kenaikan harga cabai rawit.  

Kelompok pengeluaran kesehatan punya dorongan 0,01% terhadap inflasi di Juli 2021. Sementara nilai inflasi kelompok kesehatan tercatat tertinggi, yakni menembus 0,24%.

“Kalau dikaitkan dengan PPKM, sub kelompoknya terjadi pada obat-obatan dan produk kesehatan yang memicu inflasi,” jelas Margo

Lalu, kelompok perlengkapan, peralatan, pendidikan dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil sebesar 0,01% terhadap keseluruhan inflasi pada bulan lalu. Di sisi lain, mengatakan masih ada dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi pada Juli 2021.

“Transportasi dan perawatan pribadi dan jasa lainnya masih mengalami deflasi sebesar 0,01%,” jelas Margo.

Sebanyak 61 dari 90 kota/kabupaten yang disurvei BPS mengalami inflasi. Angka tertinggi berada di Kota Sorong sebesar 1,51%. Semantara 29 kota/kabupaten lainnya mengalami deflasi dengan raihan tertinggi berada di Manokwari, yakni 0,60%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menargetkan tingkat inflasi di Indonesia untuk keseluruhan 2021 bisa terkendali di kisaran 1,8%-2,5%. Angka ini lebih rendah dari target sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 3,0%-3,01%.

Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan inflasi pada tahun ini berada di level 2,92%. Proyeksi dari sejumlah lembaga ini lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada 2020 yang sebesar 2,04%.

Berita Terkait