Terdongkrak Stimulus Diskon PPnBM, Pembiayaan Baru Adira Finance (ADMF) Tumbuh 17,3 Persen Sepanjang Semester I-2021

04 Agustus 2021 20:30 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Model berpose di dekat mobil Mitsubishi yang dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021, di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, Jum’at, 16 April 2021.

JAKARTA – Intervensi kebijakan diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang digelontorkan rupanya membawa berkah terhadap perusahaan multifinance. PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) atau Adira Finance kebagian berkahnya lewat pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 17,3% year on year (yoy) sepanjang semester I-2021.

Pembiayaan pada segmen mobil baru melaju paling kencang dengan pertumbuhan mencapai 30,01% yoy. Sementara itu, pembiayaan segmen mobil bekas dan motor baru masing-masing tumbuh sebesar 23,4% yoy dan 13,3% yoy.

Presiden Direktur ADMF Hafid Hadeli mengatakan stimulus menjadikan dorongan masyarakat untuk mengambil pembiayaan semakin tinggi. Total pembiayaan ADMF sepanjang paruh pertama ini pun sudah menyentuh Rp11,8 triliun.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil baru dan sepeda motor baru pada semester I-2021 ini mengalami kenaikan 33,5% yoy dan 23% yoy. Rinciannya, sebanyak 338 ribu unit mobil baru dan 2,4 juta unit sepeda motor baru terjual sepanjang semester I-2021.

Untuk diketahui, pemerintah memperpanjang diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor sebesar 100% hingga Agustus 2021.

Adapun laba setelah pajak ADMF pada periode Januari-Juni 2021 berada di level Rp473,48 miliar atau lebih rendah dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp597,04 miliar. Sementara posisi aset ADMF per akhir Juni 2021 ini mencapai Rp25,49 triliun.

Hal ini menjadikan return on asset (ROA) ADMF pada semester I-2021 mencapai 3,3%. Dengan mempertimbangkan  total ekuitas sebesar Rp7,97 triliun, maka return on equity (ROE) perseroan ada di level 12,1%.

Kinerja ini telah mempertimbangkan adanya restrukturisasi terhadap nasabah ADMF yang terdampak pandemi COVID-19. Hafid menyebut sebanyak 831.000 kontrak restrukturisasi dengan nilai mencapai Rp19 triliun telah diteken perseroan.

"Saat ini, lebih dari 80 persen dari pinjamanan nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya,"  ucap Hafid dalam keterangan tertulis yang diterima Trenasia.com, Rabu, 4 Agustus 2021.

Dalam mereduksi dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Hafid menyatakan bakal fokus menjadi pembiayaan baru dari nasabah luar Jawa-Bali. Wilayah itu, kata Hafid, bakal menjadi andalan ADMF memacu kinerja di sisa tahun ini.

"Di tengah adanya penerapan PPKM sejak awal Juli 2021, Adira Finance akan lebih berfokus pada penjualan yang tersegmentasi di luar Jawa dan Bali,” jelas Hafid.

Berita Terkait