Terdampak PPKM, Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Tipis pada Semester I-2021

08 September 2021 21:00 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Nasabah mendaftar di mesin customer service digital di gerai BCA Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Seiring dengan penurunan kasus COVID-19 selama PPKM, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat adanya pertumbuhan permintaan kredit.

“Kuncinya ada di pengendalian pandemi, kita lihat PPKM memberikan dampak positif sehingga penyaluran kredit juga tumbuh seiring pemulihan ekonomi,” kata Direktur BCA, Vera Eve Lim dalam Public Expose 2021, Rabu 8 September 2021.

Pada posisi Juni 2021, kredit tumbuh 0,8% year to date (ytd), ditopang oleh segmen korporasi dan KPR yang naik masing-masing 2,1% dan 3,8%. Sementara itu, kredit komersial dan UKM mulai mengalami perbaikan pada triwulan II 2021 secara kuartalan (qtq). 

Kredit terkait keuangan berkelanjutan juga naik 19,1% year on year (yoy). Dari sisi pendanaan, CASA BCA tumbuh 21,0% yoy.

“Sejalan dengan peningkatan nilai transaksi, basis nasabah yang semakin besar, serta penguatan dan perluasan ekosistem pelayanan bersama para mitra bisnis bank,” terang Vera.

BCA juga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dari total portofolio kredit, sekitar 23,0% atau Rp136,2 triliun merupakan portofolio kredit keuangan berkelanjutan yang naik 19,1% yoy. 

Adapun, rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sebesar 2,4%. Jika dirinci, portofolio kredit BCA yang direstrukturisasi mencapai 14% dari total penyaluran kredit.

Restrukturisasi terbesar berasal dari segmen kredit korporasi yakni 40,6%, disusul oleh kredit komersial 26,8%. Selanjutnya kredit konsumsi 22,4% dan kredit UMKM 10,2% per Juni 2021.

Hingga akhir kuartal II-2021, nilai restrukturisasi BCA mencapai Rp97,7 triliun. Nilai itu naik 0,3% dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yakni Rp97,5 triliun. 

Dari total kredit yang direstrukturisasi, BCA membaginya dalam tiga kategori yakni lancar, menengah, dan macet (NPL). Per Juni 2021, total restrukturisasi yang berstatus lancar mencapai 80,5 triliun. Selanjutnya yang berstatus menengah sebanyak Rp10,3 triliun dan NPL Rp6,9 triliun. 

Berita Terkait