Terancam Degradasi untuk Kali Pertama Sejak 1954, Everton Siap Dilego Rp9,2 Triliun

25 Januari 2023 16:15 WIB

Penulis: Chrisna Chanis Cara

Editor: Yosi Winosa

Suporter Everton melancarkan protes setelah timnya terdampar di zona degradasi musim ini. (Reuters)

LIVERPOOL—Pemilik Everton, Farhad Moshiri, dikabarkan siap menjual saham mayoritasnya di klub senilai 500 juta poundsterling (Rp9,2 triliun). Langkah tersebut hanya berselang tiga hari setelah Everton memecat pelatih Frank Lampard. Everton kini tengah oleng karena berada di zona degradasi Liga Premier Inggris.

Laporan The Guardian, Rabu 25 Januari 2023, Moshiri menjadi pemilik saham mayoritas The Toffees setelah meningkatkan sahamnya menjadi 94% tahun lalu. Sebelumnya dia hanya memiliki 49,9% saham saat kali pertama masuk tahun 2016. 

Kala itu Moshiri rela melepas sebagian sahamnya di Arsenal untuk membeli Everton. Meski menjadi pemegang saham utama, pebisnis Inggris keturunan Iran tersebut tengah mencari investor lain untuk mendanai klub. Sejumlah investor dikabarkan telah berminat mengakuisisi Everton.  

The Guardian melaporkan dalam beberapa bulan terakhir Moshiri telah mencari calon pemilik baru untuk menggantikannya. Moshiri membuka opsi untuk akuisisi penuh atau sebagian saham klub.  “Farhad Moshiri akhirnya siap melepas Everton secara penuh. Moshiri menunggu tawaran dengan nilai lebih dari 500 juta poundsterling untuk salah satu klub Liga Premier Inggris tersebut,'” tulis laporan The Guardian.

Moshiri diyakini berusaha mendapatkan kembali dana yang dia investasikan untuk pembangunan stadion baru Everton. Stadion tersebut kini tengah dibangun di Dermaga Bramley-Moore. Sang bos juga telah menginvestasikan duit 700 juta poundsterling untuk membeli 50 pemain selama kepemimpinannya. 

Hingga kini dia baru memeroleh 400 juta poundsterling hasil penjualan pemain di periode yang sama. Firma investasi dan penasihan keuangan, Deloitte, disebut bakal menangani rencana penjualan The Toffees.

Langkah jor-joran Moshiri selama ini memang gagal Everton bersaing di papan atas. Musim ini Dominic Calvert-Lewin dkk. malah terpuruk di peringkat 19 Liga Premier dan terancam terdegradasi untuk kali pertama sejak 1954. 

Berita Terkait