Temukan Harta Karun Lagi, Cadangan Batu Bara MNC Energy (IATA) Naik Jadi 253,42 Juta MT

01 Juli 2022 16:20 WIB

Penulis: Merina

Editor: Ananda Astri Dianka

Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di perairan Banten. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Emiten milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui anak usahanya PT Arthaco Prima Energy (APE) kembali menemukan cadangan batu bara.

Menurut Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), menemukan tambahan cadangan 52,1 juta MT dengan GAR 2,500 - 3,250 kg/kkal di Program pengeboran APE Tahap 1, 2, dan 3 pada area seluas 1.720 Ha. 

Dengan demikian, total cadangan IATA meningkat menjadi 253,42 juta MT dari sebelumnya 201,32 juta MT.

Dengan adanya penemuan cadangan tersebut dan berdasarkan harga rata-rata batu bara HBA tahun 2021 hingga Juni 2022 ini, APE diharapkan dapat menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar US$452,3 juta, dengan Internal Rate of Return (IRR) 60,3%, Break-Even Point (BEP) 6,92 juta MT, dan Payback Period 1,98 tahun.

Manajemen perseroan mengungkapkan, bahkan penemuan batu bara ini belum mencapai 11,5% dari total area pertambangan. Sedangkan pengeboran tahap 4 rencananya akan direalisasikan pada akhir kuartal ini.

Adapun Kegiatan pengeboran masih dilakukan secara bertahap dan cadangan terbukti akan terus bertambah jika hasil eksplorasi menunjukkan temuan batu bara baru. IATA memperkirakan cadangan batu bara untuk semua IUP setidaknya 600 juta MT.

Sementara itu, APE ditargetkan mengoperasi IUP yang ditargetkan berproduksi pada tahun 2022, dengan menempati lahan seluas 15.000 Ha di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sebelumnya, pada Mei lalu APE telah menemukan tambahan cadangan sebanyak 37 juta MT dengan GAR 2.500 – 3.250 kilogram per kalori. 

Sedangkan perseroan melalui anak usaha lainnya yakni PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) juga  melaporkan penemuan cadangan untuk IBPE Tahap 1 sejumlah 6,22 juta MT dengan GAR 3.375 kg/kcal di area seluas 960 Ha.

Berita Terkait