Telkomsel Kembali Alihkan 4.000 Menara ke Mitratel

03 September 2021 09:30 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Telkomsel maknai Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia dengan mengajak masyarakat untuk menghidupkan semangat Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh dengan bersama-sama #BukaPeluangUntukTumbuh. (Istimewa)

JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengalihkan kepemilikan 4.000 menara telekomunikasi kepada Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Pengalihan kepemilikan menara tersebut melengkapi aksi korporasi yang dilakukan kedua anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk itu untuk 6.050 unit menara telekomunikasi pada 2020.

"Kelanjutan aksi korporasi dengan melakukan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada Mitratel, semakin menunjukkan keseriusan Telkomsel untuk lebih fokus dalam memperkuat eksistensi dan penetrasi inovasi dalam menggelar layanan digital," ujar Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 3 September 2021.

Dengan begitu, lanjutnya, Telkomsel akan semakin memiliki lebih banyak sumber daya perusahaan yang dapat diarahkan untuk membuka peluang penguatan ekosistem gaya hidup digital masyarakat Indonesia.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan aksi korporasi tersebut merupakan langkah Telkom untuk menata  portofolio demi value creation yang optimal.

"Bagi Telkomsel, ini merupakan wujud konsisten dan keseriusan dalam mendukung transformasi portofolio di bisnis digital. Sedangkan bagi Mitratel, langkah ini semakin memperkuat portofolio menara telekomunikasi TelkomGroup serta memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia," ujar Budi.

Sementara itu Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus berupaya menggali potensi-potensi baru dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan.

"Transaksi ini kembali mengukuhkan Mitratel sebagai tower provider terbesar di Indonesia dan akan semakin membuka peluang untuk pemanfaatan menara ini oleh semua tenant yang potensial. Terlebih masuknya era 5G di Indonesia yang berpeluang besar bagi bisnis menara telekomunikasi," kata Theodorus.

Pengalihan kepemilikan menara tersebut, lanjutnya, juga akan memberikan kesempatan dan layanan yang sama kepada seluruh operator untuk dapat memperluas area dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

"Hal ini tentu saja akan berkontribusi positif untuk percepatan digitalisasi skala nasional," ujar Theodorus.

Dengan adanya pengalihan tersebut, Mitratel telah memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia baik urban, suburban, maupun daerah rural. Mitratel juga terbuka untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak manapun sepanjang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Berita Terkait