Telkom Tak Bantah Telkomsel Bakal Tambah Modal Gojek Rp4,35 Triliun

28 April 2021 04:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid (paling tengah), Presiden Direktur Tiphone Mobile Indonesia Tan Lie Pin (paling kiri) dan CEO GO-JEK Nadiem Anwar Makarim (paling kanan), saat peluncuran Go Pulsa, pembelian pulsa melalui driver Gojek pada Februari 2016. / Tiphone.co.id

JAKARTA – PT Telekomunikasi Selular alias Telkomsel berancang-ancang menambah nilai investasi kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dengan nilai US$300 juta atau setara Rp4,35 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat).

Lantas, induk usaha Telkomsel yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) langsung menanggapi pemberitaan tersebut. Namun, manajemen perseroan tidak membenarkan ataupun menampik pemberitaan tersebut.

VP Investor Relations Telkom Indonesia, Andi Setiawan mengatakan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Khususnya dalam rangka mengakselerasi dan memperkuat kapabilitas digital, baik melalui kemitraan maupun investasi.

Ia menjelaskan, Telkomsel telah melakukan investasi sebesar US$150 juta ke Gojek pada tanggal 16 November 2020. Investasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital untuk memberikan layanan beyond connectivity.

Andi bilang, perseroan meyakini kolaborasi dan sinergi Gojek-Telkomsel dapat memberikan layanan serta solusi yang lebih baik bagi masyarakat. Terutama dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan.

“Telkom juga terbuka terhadap aktivitas-aktivitas untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi tersebut,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 27 April 2021.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro sempat mengutarakan adanya kemungkinan penambahan nilai investasi di Gojek hingga US$450 juta. Hal ini dapat dilakukan setahun setelah investasi pada Gojek pertama kali yang dilaksanakan pada tahun lalu.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk menggunakan opsi (penambahan investasi ke Gojek) US$300 juta lebih itu setelah melihat hasil positif dari kolaborasi yang telah dilakukan kedua perusahaan bersama sejak awal 2021,” imbuhnya beberapa waktu lalu. (SKO)

Berita Terkait