Telkom Suntik Gojek Rp2,1 Triliun Lewat Telkomsel, Bos Kedua Perusahaan Bongkar Tujuannya

17 November 2020 20:31 WIB

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Gedung Merah Putih milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. / Telkomsat.co.id

JAKARTA – PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) resmi menyuntikkan dana ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek Indonesia senilai US$150 juta atau Rp2,1 triliun (kurs Jisdor Rp14.073 per dolar Amerika Serikat). Transaksi yang dilakukan anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) itu disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) siang tadi.

Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menyebut, transaksi ini bertujuan untuk meningkatkan valuasi Telkomsel dalam bisnis layanan digital. Hal ini dilakukan seiring dengan peta jalan transformasi yang dicanangkan Grup Telkom untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia.

“Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi dan misi Telkom Group untuk mengorkestrasi strategi penguatan synergy value yang sudah berjalan antara kedua perusahaan,” terang Ririek dalam rilis resmi yang diterima TrenAsia.com, Selasa, 17 November 2020.

Dalam rilis yang sama, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantaro mengungkapkan, kerja sama ini dilakukan guna mempertegas posisi kedua perusahan sebagai pemain teknologi terbesar di Indonesia. Kolaborasi tersebut bakal memperkuat konsitensi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Walaupun di saat kita masih menghadapi situasi penuh tantangan di tengah pandemi,” tutut Setyanto.

Sementara itu, Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo mengaku cukup senang dengan kolaborasi ini. Kerja sama ini, kata dia, bakal menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia untuk menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Harapannya, kerja sama ini bakal memberi lompatan tinggi bagi ekosistem digital Tanah Air. Serta tentu juga memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog),” pungkas Andre. (SKO)

Berita Terkait