Telkom Raih Peringkat Tertinggi dari Pefindo untuk Perusahaan, Obligasi, dan MTN

16 Juni 2021 07:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Gedung Merah Putih milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. / Telkomsat.co.id

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat tertinggi atas Obligasi Berkelanjutan, Medium Term Notes (MTN), serta MTN Syariah Ijarah milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Perseroan juga mendapat proyeksi stabil dengan peringkat terbaik dari Pefindo.

Pefindo menetapkan peringkat idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan I Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D Tahun 2015 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp7 triliun untuk periode 10 Juni 2021 – 1 Juni 2022.

Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perseroan serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2020. Sementara itu, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.

“Kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior,” tulis manajemen Pefindo melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 15 Juni 2021.

Selanjutnya, Pefindo menetapkan peringkat idAAA (Triple A) atas Medium Term Notes I Seri C Tahun 2018 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp296 miliar untuk periode 10 Juni 2021 sampai dengan 4 September 2021.

Kemudian, Medium Term Notes Syariah Ijarah I Seri C Tahun 2018 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp182 miliar juga mendapat peringkat serupa, yaitu Triple A Syariah. Sertifikat pemantauan pemeringkat ini berlaku untuk 10 Juni 2021 hingga 4 September 2021.

Pefindo turut menyematkan rating idAAA/stable (Triple A; Stable Outlook) terhadap perseroan untuk periode 10 Juni 2021 hingga 1 Juni 2022. Sama seperti peringkat sebelumnya, obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.

“Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya adalah superior,” tambahnya. (SKO)

Berita Terkait