Telah Teruji Aman, Eropa Izinkan Vaksin Moderna untuk Anak 12-17 Tahun

25 Juli 2021 13:10 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Petugas kesehatan mengambil dosis vaksin saat vaksinasi gotong royong industri Fintech Pendanaan Bersama Indonesia di Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta, Jum'at, 23 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Otoritas Kesehatan Eropa atau European Medicines Agency mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 Moderna untuk anak-anak usia 12-17 tahun. Studi yang dilakukan otoritas Eropa kepada 3.700 anak-anak menunjukan vaksin Moderna menghasilkan respons antibodi yang setara dengan usia dewasa.

Eropa menjadi wilayah pertama yang mengizinkan vaksin buatan Amerika Serikat (AS) ini disuntikkan kepada anak-anak.Melansir Reuters, otoritas AS sendiri masih menunggu keputusan penggunaan vaksin Moderna untuk anak-anak.

Meninjau hasil studi tersebut, European Medicines Agency telah memberikan rekomendasi kepada seluruh negara di Eropa untuk memberikan proteksi pada anak-anak melalui vaksin Moderna. Dari hasil studi sebelumnya, vaksin Moderna diklaim memiliki efikasi hingga 94,5%.

Vaksin ini juga diklaim memudahkan proses distribusi karena bisa disimpan pada suhu ruangan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga tercatat telah menerbitkan Emergency uses listing (EUL) untuk vaksin Moderna sejak 30 April 2021.

Di Indonesia, vaksin Moderna telah disuntikkan sebagai dosis tambahan kepada tenaga kesehatan (nakes). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi menyebut penyuntikan dosis ke tiga vaksin tersebut bertujuan sebagai booster agar antibodi nakes lebih kuat menghadapi varian baru virus corona.

Budi menyebut nakes bakal disuntik vaksin COVID-19 Moderna asal Amerika Serikat. Rencana ini telah mendapat izin dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto.

“Benar bahwa Ketua KPC-PEN, pak Airlangga sudah memberi izin vaksinasi ketiga nakes ini,” ucap Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual, Jumat, 9 Juli 2021.

Penggunaan vaksin ini di dalam negeri telah mendapat restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini ditandai dengan terbitnya  Emergency Uses Authorization (EUA) terhadap vaksin Moderna. BPOM dalam laporannya  juga menyebut vaksin dengan platform mRNA pertama ini manjur melawan varian baru virus corona seperti B117 Alpha, B1351 Beta, dan P1 Gamma.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bakal menambah jumlah vaksinasi dari 1 juta dosis per hari menjadi 3 juta dosis per hari mulai Oktober. Harapannya, herd immunity atau kekebalan kelompok bisa terjadi di dalam negeri pada akhir 2021.

Berita Terkait