Targetkan Dana IPO Rp1,6 Triliun, Emiten Properti Adhi Commuter (ADHI) Kejar Akuisisi Lahan Baru

27 Januari 2022 16:30 WIB

Penulis: Merina

Editor: Rizky C. Septania

Logo Adhi Commuter Properti. Sumber, ADCP.co.id (ADCP.co.id)

JAKARTA - Emiten Properti PT Adhi Commuter Properti Tbk, tengah mempersiapkan gelaran initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana, di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan prospektus perseroan, emiten dengan kode ADCP ini menawarkan 8.011.204.500 atau 28,6% dari seluruh modal dengan nominal Rp100 serta kisaran harga penawaran Rp130 - Rp200 per lembar saham, maka ADCP akan menargetkan pedapatan IPO sebesar Rp1,041 triliun - Rp1,602 triliun.

Adapun dana hasil penawaran umum ini akan digunakan perseroan sebesar 45% untuk pengembangan proyek eksisting dan proyek recurring yang terlak di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok.

Kemudian, 35% untuk akuisisi atau pengembangan lahan baru untuk pembuatan beberapa proyek baru perseroan yakni.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau (RNI) di Jakarta Selatan Untuk melakukan pengembangan kawasan baru di tanah seluas 5 Hektare, untuk pengembangan proyek Mixed Use Development (Apartement, Komersial dan Perkantoran dengan perkiraan biaya Rp250 miliar.

Serta akuisisi tanah seluas 12 Ha milik individu di Bogor dengan nilai Rp53 miliar untuk  proyek perumahan tapak dan komersial area. 

Selanjutnya akuisisi tanah seluas 3,6 Ha PT Prakarsa Triotama Jaya (PTJ) di Bekasi untuk pengembangan proyek Mixed Use Development seharga Rp271 miliar.

Sisanya, akan digunakan untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi seri A. 

Adhi Commuter sendiri ialah perusahaan  pengembang properti berbasis transportasi massal, dan merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Adhi Karya (Persero), Tbk (ADHI) dengan kpemilikan saham mencapai 99,9%, sehingga dengan adanya penawaran umum ini kepemilikan saham ADHI terhadap perseroan akan berubah menjadi 71,40%.

Indikasi Jadwal

Perkiraan Masa Penawaran Awal : 27 Januari - 7 Februari 2022

Perkiraan Tanggal Efektif : 14 Februari 2022

Perkiraan Masa Penawaran Umum : 15 - 21 Februari 2022 

Perkiraan Tanggal Penjatahan : 21 Februari 2022

Perkiraan Tanggal Distribusi secara Elektronik : 22 Februari 2022

Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 23 Februari 2022

Berita Terkait