Target Volume Gas Bumi 24% pada 2050 Masih Bisa Bertambah

25 Juni 2021 13:32 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ilustrasi kegiatan produksi gas bumi. / Sumber: Instagram.com/arcandra.tahar/

JAKARTA – Pemerintah mentapkan bauran energi gas bumi sebesar 22% pada 2025 dan 24% pada tahun 2050. Meskipun demikian, volume tersebut dinilai masih bisa bertambah hingga 2050.

“Mengingat volume yang dibutuhkan tentunya akan sangat berbeda dengan 2025,” ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha dalam sebuah diskusi daring, Kamis, 24 Juni 2021.

Selain itu, kendati pemerintah menargetkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dapat dicapai secepatnya, di sisi lain kebutuhan pasokan energi primer dari fosil tetap meningkat.

Satya menyebut, dua produk energi fosil, yakni konsumsi minyak masih mengalami kenaikan hingga 139% pada tahun lalu. Begitu pula dengan gas yang naik sebesar 298%.

Secara rinci, produk batu bara memang masih mendominasi dengan realisasi terbesar, yakni 38,7% pada 2020. Kemudian, disusul oleh minyak bumi sebesar 30,5% serta gas bumi 19,5%. Realisasi EBT sendiri baru menyentuh angka 11,3%.

Adapun dalam pemanfaatan gas untuk kepentingan nasional, lanjutnya, ia pun menyiapkan beberapa program yang dianggap relevan. Program tersebut antara lain, menyediakan energi berbasis gas untuk kawasan industri dan transportasi, seperti kendaraan berbahan bakar gas.

Kemudian, meningkatkan pembangunan jaringan gas kota dan membangun transmisi gas. Ini semua sudah masuk kedalam Grand Strategi Energi Nasional yang sedang disusun pada saat ini

Selain mempercepat pemanfaatan EBT, strategi ini juga diklaim bakal mendorong produksi minyak mentah mencapai satu juta Barrel Oil per Day (BOPD), serta peningkatan kapasitas kilang eksisting dan kilang baru.

Berita Terkait