Target Rights Issue Bursa Tembus Rp116,57 Triliun, BRI Paling Jumbo!

07 September 2021 21:15 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Kantor pusat Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 44 emiten berada dalam pipeline rencana Penambahan Modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue yang diperkirakan mencapai Rp116,57 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa salah satu perusahaan tercatat yang akan melakukan right issue yakni emiten perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perseroan, terdapat rencana penerbitan 28.213.191.604 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp3.400 per saham. Dengan begitu, total dana yang akan diperoleh BBRI direncanakan sebesar Rp95,9 triliun. 

“Pelaksanaan right issue yang dilakukan BBRI merupakan nilai right issue terbesar di tahun 2021 dan juga akan mencetak sejarah baru dalam perolehan dana sejak diaktifkannya pasar modal Indonesia,” ujar Nyoman kepada wartawan, dikutip Selasa 7 September 2021. 

Hingga saat ini, kata dia, sudah ada 18 emiten yang telah melakukan rights issue dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp51,89 triliun. Di mana right issue terbesar diperoleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar Rp15,4 triliun dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebesar Rp10,82 triliun. 

“Dengan melihat pipeline right issue di Bursa, masih terdapat antrian sejumlah perusahaan yang akan melakukan right issue sampai dengan akhir tahun 2021 ini,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya right issue oleh perusahaan-perusahaan tersebut, lanjut Nyoman, tidak menutup kemungkinan hadirnya investor baru sebagai pemegang saham perusahaan. Menurutnya, aksi korporasi ini dapat mendorong kinerja perusahaan sekaligus menarik para investor.

Berdasarkan pipeline right issue di tahun 2021, terdapat 13 bank yang akan melakukan right issue guna memperkuat struktur permodalannya. Dari jumlah perolehan dana rights issue yang akan dihimpun, emiten sektor keuangan termasuk perbankan masih mendominasi.

Berita Terkait