Indika Energy Targetkan Pendapatan Non Batu Bara Capai 50 Persen, Simak 3 Strateginya

04 Agustus 2021 19:45 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Sudwikatmono PT Indika Energy Tbk (INDY) saat RUPST 2018 / Foto: Dok. Indika Energy

JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara PT Indika Energy Tbk (INDY) menargetkan kontribusi pendapatan non batu bara bisa mencapai 50% pada 2025. Untuk itu, perusahaan milik konglomerat Sudwikatmono ini menyiapkan beberapa strategi.

“Seperti diketahui Indika Energy memiliki sektor diversifikasi dan juga decarbonization,” ujar Vice President Director and Group CEO INDY Azis Armand dalam media gathering, Rabu, 4 Agustus 2021.

Pertama, INDY turut masuk ke bisnis logistik dan infrastruktur. Bisnis ini terdiri dari aset logistik, layanan rekayasa pengadaan konstruksi (EPC), dan pembangunan infrastruktur seperti penyimpanan bahan bakar, pengoperasian pelabuhan, dan layanan logistik.

Untuk sektor bisnis ini, INDY sudah memiliki PT Interport Mandiri Utama yang membangun dan mengoperasikan penyimpanan bahan bakar bermitra eksklusif dengan ExxonMobil. Proyek ini berlokasi di Balikpapan dengan investasi total mencapai US$115 juta. 

Proyek yang sudah dimulai sejak Januari 2019 ini dapat menampung 75 megaliter (ML) diesel, 13 ML bensin, dan 8 ML biofuel-100 (B100). Proyek ini telah beroperasi secara komersial sejak 9 November 2020.

Masih di lini bisnis yang sama, INDY juga dipercaya menjadi bagian konsorsium untuk mengelola Pelabuhan Patimban. INDY bergabung dengan konsorsium ini lewat Indika Logistics & Support Services (ILSS) dengan kepemilikan saham 29%.

Diversifikasi bisnis INDY yang kedua adalah pertambangan emas lewat Nusantara Resources Limited. Nusantara memiliki 100% saham PT Masmindo Dwi Area yang memiliki izin proyek tambang emas Awak Mas. 

Proyek yang berlokasi di Sulawesi Selatan ini memiliki sumber daya potensial sebesar 2.29 juta ons emas dengan sumber daya cadangan potensial sebesar 1,46 juta ons. Studi kelayakan untuk proyek ini juga sudah diselesaikan pada 2018.

Selanjutnya, diversifikasi bisnis INDY yang ketiga adalah energi baru terbarukan (EBT). INDY telah mendirikan perusahaan patungan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) bersama perusahaan India, Fourth Partner Energy, untuk strategi bisnis ini. INDY tercatat memiliki 51% saham di EMITS.

EMITS berencana memasang 500 megawatt (MW) panel tenaga surya hingga 5 tahun ke depan di Indonesia, baik untuk segmen industri maupun komersial.

Berita Terkait