Target Net Zero Emission 2060, Pemerintah Godok Strategi Jangka Panjang

12 Agustus 2021 12:15 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 Mwp milik Institut Teknologi Sumatra (Itera).

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berusaha memenuhi target nol-bersih emisi (net zero emission) pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan dari negara lain. 

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut pemerintah pun menyiapkan strategi jangka panjang untuk mencapai itu. Pada sisi suplai, strategi yang dilakukan adalah pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), meliputi solar fotovoltaik, angin, biomassa, panas bumi, hidro, energi laut, nuklir, hidrogen, dan battery energy storage systems.

"Di samping itu infrastruktur sangat penting, jadi interkoneksi, transmisi dan penerapan smart gird ini juga mutlak dilaksanakan. Demikian banyaknya hal-hal yang harus kita integrasikan, termasuk juga dukungan-dukungan pendanaan ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 12 Agustus 2021

Dari sisi permintaan, strategi yang dilakukan antara lain penerapan Standar Kinerja Energi Minimun (SKEM) dan kompor listrik. Untuk sektor transportasi dengan penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Kita berharap tentu saja agar rumah tangga dapat memanfaatkan kompor listrik mengganti LPG yang selama ini kita impor dan juga menyerap subsidi yang cukup besar,” tutur Arifin.

Katanya, jika Indonesia bisa mengalihkan subsidi LPG, dana tersebut dapat kita alihkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. 

Selain itu, pada sektor industri dilakukan dengan mendorong pertumbuhan industri dengan mendorong pertumbuhan industri sesuai jenis proses industri yang ada dan transisi energi. Sedangkan untuk sektor komersial melalui optimasi konsumsi energi pada bangunan gedung milik swasta dan pemerintah.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah merumuskan beberapa kebijakan strategis, mulai dari RUU EBT hingga Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri ESDM.

HSBC Siapkan US$100 Juta

Bank HSBC dengan inisiatif globalnya Climate Solutions Partnership akan menggelontorkan US$100 juta untuk mengatasi hambatan pembiayaan bagi perusahaan dan proyek yang ingin mengatasi dampak perubahan iklim.

Untuk itu, HSBC bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) dan World Wide Fund for Nature (WWF) dalam kemitraan selama 5 tahun untuk mempercepat pemanfaatan EBT dan efisiensi energi pada sektor industri dan komersial di Indonesia.

“Proses menuju penghematan energi dan penggunaan energi yang lebih bersih tentu saja membutuhkan investasi yang besar,” ujar Presiden Direktur HSBC Indonesia Francois de Maricourt dalam konferensi pers virtual, Selasa, 10 Agustus 2021.

Kerja sama antara HSBC, WRI, dan WWF ini akan meningkatkan ketersediaan solusi pembiayaan yang dapat menumbuhkan permintaan akan energi terbarukan, mendukung pengembangan kebijakan dan peraturan yang mendorong komersialisasi energi terbarukan, dan mengembangkan akses terhadap solusi pembiayaan bagi inisiatif efisiensi energi di sektor komersial dan industri.

 

Berita Terkait