Target Dividen Tumbuh 18 Persen, Bank BUMN Berpotensi Perlebar Pay Out Ratio

23 Agustus 2021 16:05 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Bank yang termasuk dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)

JAKARTA – Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diproyeksi memperlebar pay out ratio-nya pada tahun ini. Hal ini dilakukan lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) membebankan target dividen BUMN hingga Rp35 triliun pada 2022 atau tumbuh 18,6% dari outlook pada 2021.

Chief Executive Officer (CEO) Sucor Sekuritas Bernadus Setya A Wijaya mengatakan strategi itu mau tidak mau harus ditempuh bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sebab, sektor perbankan merupakan tumpuan utama bagi negara untuk mengeruk kontribusi dividen.

Pay out ratio nya bakal ditambah karena ada target baru dari pemerintah di tahun depan. Karena kan dividen 2022 itu diambilnya dari tahun buku 2021,” jelas Bernadus saat dihubungi TrenAsia.com, Senin, 23 Agustus 2021.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat sebagai kontributor utama dividen pada 2021. Untuk tahun buku 2020, BRI membagikan dividen sebesar Rp12,12 triliun.

Angka itu setara 65% dari total laba bersih BRI yang mencapai Rp18,65 triliun. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan dividen Rp10 triliun atau 55% dari total laba bersih yang mencapai Rp17,11 triliun.

Lalu, ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mencatatkan laba mini sebesar Rp3,28 triliun dan kontribusi dividen Rp820 miliar. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memutuskan absen mener dividen meski raih laba bersih Rp1,6 triliun.

Berdasarkan capaian kinerja pada paruh pertama tahun ini, Bernadus mengatakan Himbara bisa mengoptimalkan pertumbuhan laba bersih pada tahun ini. Selain itu, pay out ratio dividen bank BUMN itu juga bakal digenjot untuk memenuhi target Jokowi yang termaktub dalam Nota Keuangan 2022.

Motori Kredit

Senada, Pengamat Perbankan Paul Sutaryono juga melihat bank BUMN mampu merealisasikan kinerja yang kokoh. Padahal, bank-bank ini diberi tugas ganda sebagai penyalur bantuan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

“Kinerjanya saya lihat perlu untuk diapresiasi. Selain bisa meningkatkan labanya, bank BUMN juga dapat menjadi motor bagi kredit perbankan di tahun ini,” jelas Paul kepada Trenasia.com, Senin, 23 Agustus 2021.

Sejumlah bank pelat merah memang diketahui mencatatkan pertumbuhan kredit. Bank berlogo pita kuning, Bank Mandiri, misalnya, yang mampu mencatatkan kenaikan penyaluran kredit 13,97% menjadi Rp991,78 triliun pada semester I-2021 dari posisi kuartal IV-2020 Rp870,14 triliun.

Tidak jauh berbeda, BRI juga semakin mencengkram segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan membukukan pertumbuhan kredit sebesar 3,32% menjadi Rp929,41 triliun pada semester I-2021 dari posisi akhir 2020 Rp899,46 triliun.

Sementara bank yang diberi mandat fokus pada segmen internasional, BNI, berhasil mendongkrak penyaluran kredit 4,5% year on year (yoy) menjadi Rp569,7 triliun pada semester I-2021.

BTN sebagai anggota Himbara paling mungil juga tidak ketinggalan mencatatkan kenaikan penyaluran kredit sebesar 1,69% menjadi Rp239,04 triliun pada semester I-2021 dari sebelumnya Rp235,05 triliun pada kuartal IV-2020.

Peningkatan kinerja ini, kata Paul, menjadi katalis bagi bank BUMN untuk memperbesar kontribusinya terhadap kas negara. Paul pun optimistis bank BUMN bisa menjadi motor kredit industri sekaligus memenuhi ambisi Jokowi untuk mengumpulkan dividen Rp35,6 triliun pada tahun depan.

Berita Terkait