Tank Leopard 1 Jerman Menuju Ukraina, Bagaimana Jika Bertemu T-72 Rusia?

17 April 2022 19:15 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Leopard 1 (Bundeshwer)

JAKARTA-Jerman dikabarkan sedang bersiap  mengirimkan 50 tank Leopard 1 bekas ke Ukraina. Kendaraan pertama dapat dipasok dalam enam minggu dan sisanya dalam tiga bulan . Tentara  Ukraina dapat dilatih untuk menggunakan kendaraan dalam beberapa hari.

Jerman juga disebut akan mengirimkan 35 kendaraan tempur infanteri Marder. Namun kendaraan kemungkinan baru akan dikirim  pada akhir tahun 2022.  

Jika pengiriman ini benar-benar terlaksana maka Leopard 1 akan menjadi tank Eropa pertama yang akan bertarung di medan perang Ukraina. Masalahnya Leopard 1 adalah tank yang sudah cukup tua. Bahkan lebih tua dari T-72 yang banyak digunakan oleh Rusia.

Sementara seperti diketahui Ukraina terbukti menjadi medan perang yang sangat menghancurkan bagi tank. Ratusan main battle utama baik milik Rusia maupun Ukraina telah berubah menjadi rongsokan selama sekitar dua bulan perang. Sebagian besar dari mereka hancur karena rudal anti tank dipanggul. Bukan pertempuran tank on tank.

Kalaupun kemudian dalam pertempuran selanjutnya akan terjadi pertempuran tank, apakah Leopard 1 juga akan mampu melawan tank T-72 Rusia? Jika mengabaikan sisi strategi maupun personel, sepertinya  akan cukup sulit.

Pengembangan  Leopard 1 dimulai pada tahun 1956 dan memakan waktu sekitar 10 tahun. Uji coba pertama dimulai pada tahun 1961. Kendaraan memasuki layanan dengan Bundeswehr pada tahun 1965. 

Produksi tank dihentikan pada tahun 1984 dan digantikan oleh Leopard 2. Namun Leopard 1 adalah desain yang sangat sukses. Lebih dari 4.000 MBT ini dibangun di Jerman.  720 lainnya diproduksi dengan lisensi di Italia. Terlepas dari usianya, Leopard 1 masih beroperasi dengan sejumlah operator ekspor.

Sementara T-72  dikembangkan sebagai alternatif yang lebih murah  dari T-64. Tetapi secara kemampuan memang lebih rendah. T-72 memasuki layanan dengan tentara Soviet pada tahun 1973. Lebih dari 17.800 tank seri T-72 diproduksi di Uni Soviet sampai tahun 1990. 

Selama akhir 1990-an Angkatan Darat Rusia mengoperasikan sekitar 9.000 tank tempur utama ini. Pada tahun 2020, hanya 2.034 tank seri T-72 dari semua varian yang dilaporkan tetap beroperasi di Angkatan Darat Rusia. Namun ribuan lain disimpan di gudang.

Lebih dari 10.000 tank ini diproduksi dengan lisensi di Cekoslowakia, India, Rumania, dan Yugoslavia. T-72 diekspor ke sekitar 30 negara.

Leopard 1 memiliki lambung yang dilas dan menara cor. Armor tank ini relatif tipis. Jerman memperkirakan  tank T-62 Soviet  dapat menembus armor frontal Leopard 1 pada jarak 1.800 meter. Sementara  T-72  dapat menembusnya pada jarak lebih dari 3.000 meter.  

Sementara T-72 dilindungi oleh lapis baja komposit. Beberapa sumber mengklaim  pelindung depan T-72 setara dengan 410 mm  RHA . Pada saat diperkenalkan  T-72 dapat menahan amunisi 105 mm pada jarak lebih dari 500 m. 

Tank T-72/Russia MoD

Kekuatan senjata

Leopard 1  dipersenjatai dengan meriam 105 mm L7A3 Inggris. Itu adalah meriam tank NATO standar, yang digunakan pada tank kontemporer, seperti M60 Patton Amerika dan AMX-30 Prancis. Tetapi kekuatan ini masih dibawah T-72 yang menggunakan meriam smoothbore 125mm. Namun amunisi yang dibawa Leopard 1 lebih banyak yakni 60 sementara T-72 hanya 39.

Senjata Leopard diisi  secara manual. Amunisi termasuk APDS, APFSDS, HEAT dan peluru asap. Jerman memperkirakan bahwa Leopard 1 dapat menembus armor frontal tank T-62 Soviet pada jarak 400 meter dengan putaran APDS dan 1.500 meter dengan putaran APFSDS. Armor frontal tank T-72 yang lebih baru dapat ditembus oleh peluru APFSDS pada jarak 800 meter. Dari angka-angka tersebut T-72 akan lebih unggul dalam jarak pertempuran dan daya gedor.  T-72 bisa menghancurkan Leopard 1 dari jarak yang lebih jauh. 

Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin koaksial 7,62 mm dan senapan mesin anti-pesawat 7,62 mm yang dipasang di atap. Tidak jauh berbeda dengan  T-72. Hanya Leopard unggul dalam jumlah amunisi yang dibawanya.

Keunggulan Leopard 1 lain  pada kecepatan dan kelincahannya. Tank ini mampu melaju pada kecepatan maksimum 65 km per jam sementara T-72 sekitar 60 km perjam. Jangkauan Leopard juga lebih jauh yakni 600 km dibandingkan T-72 yang 500 km. Meski lebih lincah, Leopard 1 lebih berat 1 ton dibandingkan T-72 yang berbobot 41 ton.

Leopard 1 dilengkapi dengan kit rendam dalam dan setelah persiapan dapat mengarungi rintangan air hingga kedalaman 4 m. 

Leopard berkembang dalam beberapa varian. Leopard 1A1 dilengkapi dengan sistem stabilisasi senjata baru yang memungkinkan untuk menembak secara efektif saat bergerak. Lalu ada Leopard 1A2 yang memiliki perlindungan pelindung menara yang lebih baik  dan peralatan penglihatan malam yang baru.

Kemudian ada Leopard 1A3 memiliki turret las baru dengan armor komposit dan mantel meriam berbentuk baji. Ada juga Leopard 1A4 yang secara eksternal mirip dengan 1A3, tetapi memiliki  sistem pengendalian tembakan terkomputerisasi baru.

Banyak varian

Leopard 1A5 dikembangkan pada awal 1990-an dan dilengkapi dengan sistem pengendalian kebakaran modern dan peralatan penglihatan malam yang ditingkatkan. Sebanyak 1.300 MBT Leopard 1A1 dan 1A2 ditingkatkan ke level ini. Kemungkinan besar Leopard 1 Jerman adalah varian paling canggih.

Tetapi T-72 sejak dikembangkan sejak tahun 1971 juga terus berkembang dalam sejumlah varian yang semakin canggih.

T-72B3 adalah salah peningkatan terbaru yang  dilengkapi dengan sistem pengendalian tembakan baru dan beberapa peningkatan lainnya.  Pada tahun 2020 total 558 tank T-72 Angkatan Darat Rusia ditingkatkan ke standar ini.

Lalu juga ada T-72B3M yang ditingkatkan dalam  sistem kontrol tembakan  dan mesin baru. Versi ini terkadang secara tidak resmi disebut sebagai T-72B4. Pada tahun 2020, total 248 tank T-72 Angkatan Darat Rusia ditingkatkan ke standar ini.

Dengan semua kelemahan Leopard 1 dibandingkan T-72, sekali lagi tanpa mempertimbangkan soal strategi dan kemampuan personel, tank buatan Jerman ini sepertinya akan masuk ke medan perang yang benar-benar berbahaya baginya. 

Berita Terkait