Tambah Lagi, Hutama Karya Diguyur PMN Total Rp25,1 Triliun untuk Trans Sumatra

09 November 2021 14:01 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

os penyekatan di Akses Gerbang Tol Dumai, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. (Hutama Karya)

JAKARTA - Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp25,2 triliun untuk PT Hutama Karya (Persero) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sepanjang 2021. Dana tersebut dipakai untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan suntikan PMN tersebut diambil dari dana cadangan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun 2021 untuk korporasi yang terdampak COVID-19 dan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tahun 2021.

"Hutama Karya yang mendapatkan tambahan PMN yang berasal dari cadangan PEN dan SAL," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR pada Senin, 8 November 2021.

Dia menjelaskan suntikan Rp25,2 triliun tersebut terdiri dari PMN tahap I tahun 2021 sebesar Rp6,2 triliun, pemanfaatan cadangan PEN senilai Rp9,1 triliun, dan pemanfaatan dana SAL tahun 2021 sebesar Rp9,9 triliun.

Dari dana tersebut, Hutama Karya ditugaskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk membangun dan menyelesakan total 13 ruas JTTS.

PMN tahap I senilai Rp6,2 triliun digunakan untuk membangun tiga ruas JTTS, yaitu Kuala Tanjung-Parapat, Sigli-Banda Aceh, dan Lubuk-Bengkulu sepanjang 66 kilometer.

Kemudian PMN Rp9,1 triliun dipakai untuk menyelesaikan empat ruas JTTS, yaitu  Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat dan Binjai-Langsa.

Selanjutnya, dana SAL Rp9,9 triliun digunakan Hutama Karya untuk mengerjakan enam ruas tol JTTS yang meliputi Binjai-Langsa, Indralaya-Muaraenim, Kisaran-Indrapura, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Sigli-Banda Aceh dan Pekanbaru-Padang.

Sri Mulyani mengatakan, tahun depan Hutama Karya masih mendapatkan alokasi PMN sebesar Rp23,85 triliun dari APBN 2022 untuk melanjutkan pembangunan JTTS.

"Hutama Karya mendapatkan (PMN) sebesar Rp23,85 triliun, Ini memang belanja untuk tol Sumatra," ungkap Bendahara Negara.

Berita Terkait